Rossi dengan replika motor Yamaha yang akan dipakainya balapan di musim ini. Ada slogan berbahasa Indonesia di bagian belakang motornya: Semakin di Depan.

Rossi dengan replika motor Yamaha yang akan dipakainya balapan di musim ini. Ada slogan berbahasa Indonesia di bagian belakang motornya: "Semakin di Depan".

Pencantuman slogan Semakin di Depan merupakan penghargaan untuk Yamaha Indonesia yang sukses membuat motor-motor Yamaha laris di Indonesia.

Pencantuman slogan 'Semakin di Depan' merupakan penghargaan untuk Yamaha Indonesia yang sukses membuat motor-motor Yamaha laris di Indonesia.

‘Horas, Rossi!’

Andi Abdullah Sururi - detiksport


(detiksport/Andi Sururi)

Medan - Karpet merah dan tari-tarian tradisional menyambut Valentino Rossi di Medan. Sang juara dunia MotoGP bak pahlawan yang dielu-elukan kehadirannya. “Horas!” sapa Rossi di atas panggung. “Horas, Rossi!”

Hari Minggu 28 Februari 2010 menjadi istimewa untuk warga kota Medan khususnya para penggemar olahraga balap motor. Rossi, pengoleksi sembilan gelar juara dunia di ajang grand prix motor — enam di kelas MotoGP — , hadir sebagai tamu spesial Yamaha, yang sedang berbunga-bunga karena musim ini slogan berbahasa Indonesia “Semakin di Depan” menempel di jersey dan bagian belakang motor yang dipakai Rossi (dan Jorge Lorenzo) sepanjang kompetisi tahun 2010.

Ini adalah kali ketiga Rossi bertandang ke Indonesia. Yang pertama ketika ia masih bermain di kelas 125cc dan melakoni balapan di Sirkuit Sentul di tahun 1996. Yang kedua terjadi pada awal Februari 2009 untuk mengadakan jumpa fans di Jakarta, juga atas sponsor Yamaha.

“Selalu menyenangkan bisa bertemu penggemar di sini, di Indonesia. Saya merasa mendapat begitu banyak dukungan. Sayangnya kita bertemu ketika saya tidak sedang bekerja (membalap–Red). Mudah-mudahan lain waktu saya bisa datang ke sini untuk bekerja (pada sebuah balapan),” tutur pria asal Urbino, Italia, tersebut.

Gaya Rossi yang santai dan menghibur memang cukup kentara dalam kunjungannya di Medan. Walaupun masih dalam keadaan lelah karena sehabis mengikuti sesi ujicoba di Sepang, Malaysia — Rossi mendarat di Medan pada Sabtu malam — ia tampak berusaha terlihat menyenangkan.

Pada pemunculan pertamanya di depan publik di Grand Aston, Rossi langsung menciptakan derai tawa hadirin. Pada acara jumpa pers, seorang wartawan menyodorkan empat pertanyaan sekaligus. Dan kalimat pertama yang keluar dari mulut sang bintang adalah, “Maaf, saya lupa pertanyaan pertama Anda.”

Tentu saja Rossi mengatakan itu dengan maksud bercanda, karena ia kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Dalam pertemuannya dengan jurnalis ia mengungkapkan banyak hal mulai dari persiapannya menghadapi musim ini sampai hal-hal di luar balapan.

Sesi berikutnya adalah jumpa fans dengan orang-orang yang telah diseleksi pihak panitia (YMKI). Rossi muncul dengan penuh gaya. Setelah pembawa acara memperkenalkan dirinya, ia muncul dari balik layar panggung, dengan menaiki sepeda motor Yamaha, dengan lampu depan menyala. Ratusan penonton langsung melupakan tempat duduknya untuk merapat ke pinggir panggung, supaya bisa lebih dekat dengan atlet pujaannya.

Di situ Rossi meladeni langsung pertanyaan dari para penggemar. “Karena saya orang Italia, saya paling suka pasta,” tukas dia saat ditanya seorang peserta tentang makanan favoritnya.

Lalu ada pertanyaan lain, tipe wanita seperti apa yang ia dambakan. Rossi tidak menjawab dengan kata-kata melainkan dengan menunjukkan jari telunjuknya ke arah seorang penonton wanita. Suasana pun heboh lagi oleh teriakan-teriakan histeris penonton, tak ubahnya sedang menonton konser musik.

Seorang penonton bertanya, “Kapan Anda akan memakai kostum Italia lagi, seperti waktu Anda memakai baju (Marco) Materazzi di final Piala Dunia 2006?” Rossi menjawab, “Kalau Italia juara dunia lagi. Tapi sepertinya kali ini sulit.” Nah lho!

Masih soal sepakbola, Rossi ditanya siapa pemain favorit di tim favoritnya, Inter Milan. “Semua pemain Inter saya suka. Misalnya Mario Balotelli dan Diego Milito. Saya belum pernah bertemu Balotelli, tapi saya rasa dia pemain yang bagus.”

Acara kemudian dilanjutkan dengan kunjungan Rossi ke Sentral Yamaha Medan di Jl. Adam Malik No. 30. Ratusan orang yang menantinya dengan tidak sabar akhirnya bisa melihat sang bintang sekitar jam 2 siang. Layaknya pejabat atau orang penting, panitia menyiapkan karpet merah untuk dilalui Rossi.

Begitu Rossi datang, enam anak-anak berpakaian adat menyambutnya dengan tarian. Selembar kain ulos khas Sumatera Utara, yang di bagian belakangnya dituliskan nomor 46, dikenakan kepada dia. Begitu didaulat naik ke podium, sambil menebar senyum Rossi pun melambai-lambaikan tangannya kepada penonton. “Rossi, Rossi, Rossi … ” warga pun meneriakkan namanya.

“Ini luar biasa. Kami sangat senang dengan sambutan orang Indonesia. Mereka masyarakat yang menyenangkan. Kami tidak menyangka sambutan buat Rossi sebegitunya hebatnya di sini,” tutur manajer tim Fiat Yamaha dan Rossi, Davide Brivio, kepada detiksport.

Setelah melihat isi kantor dealer Yamaha, terakhir Rossi naik ke panggung yang telah disiapkan panitia. Ia memberi kenang-kenangan kepada empat anak yatim piatu perwakilan dari empat agama. Lalu ia memberi pidato singkat, yang didahului dengan salam khas Medan, “Horas!” Penonton pun membalasnya dengan seruan yang sama penuh semangat: “Horas, Rossi!”

Rossi mengatakan dirinya sangat senang bisa datang ke Indonesia lagi dan berterima kasih atas segala sambutan yang ia terima. Hari itu juga Rossi meninggalkan Medan untuk mengunjungi satu lagi kota di tanah air, di mana ia akan bertemu fansnya di Surabaya pada hari Senin (1/3/2010). ( a2s / krs )

Rossi Menyapa Surabaya
Rois Jajeli - detiksport


detiksport/Rois Jajeli

Surabaya - Surabaya kedatangan tamu istimewa, yakni juara dunia tujuh kali MotoGP, Valentino Rossi. Di ‘Kota Pahlawan’, pembalap asal Italia itu akan melakukan beberapa kegiatan.

Rossi datang ke Surabaya pada Senin (1/3/2010) dengan diundang oleh Yamaha. Rossi akan meluncurkan slogan ‘Semakin di Depan’, slogan Yamaha Indonesia, yang akan dipasang di ekor motor YZR M1 di MotoGP serta di lengan baju Rossi dan Jorge Lorenzo.

Peluncuran slogan ‘Semakin di Depan’ akan dilakukan Rossi siang ini di DBL Arena, Jalan Ahmad Yani Surabaya.

“Saya sudah dua kali ke Indonesia bersama dengan Yamaha. Ini kejutan yang luar biasa,” sambut Rossi dalam acara jumpa pers di Hotel JW Marriott Surabaya.

“Saya senang dan bangga berada di Indonesia. Apalagi jadi duta Yamaha. Saya senang ada tulisan berbahasa Indonesia di motor saya. Semakin di depan, yang lain di belakang,” imbuh Rossi berseloroh.

Selain Rossi, turut hadir dalam acara itu adalah Presdir Yamaha Motor Kencana Indonesia Dyonisius Beti, GM Yamaha Motor Company Masaro Kurusawa, serta manajer Rossi di Fiat Yamaha Davide Brivio.

Dalam acara jumpa pers tersebut, Rossi berpose di atas motor Jupiter MX, motor produksi YMKI yang memakai Rossi sebagai ikonnya.

“Bergabung dengan Yamaha itu fantastis,” kata Rossi yang telah membela tim ‘Garpu Tala’ sejak tahun 2004. “Hubungan baik dengan tim merupakan faktor utama dalam mendapatkan hasil terbaik.”( arp / key )

Lorenzo Untouchable
Arya Perdhana - detiksport


detiksport/Arya Perdhana

Bandung - Untuk kali keempat, Jorge Lorenzo berkunjung ke Indonesia. Untuk kunjungan terakhirnya di Bandung, Lorenzo benar-benar untouchable, alias tak bisa disentuh. Secara harfiah.

Lorenzo hadir di Bandung, Sabtu (27/2/2010) dan Minggu (28/2), atas undangan Yamaha dalam acara ‘Bangga Indonesia Semakin di Depan’. Di Kota Kembang, pembalap Spanyol itu melakukan serangkaian kegiatan.

Sejak awal, yakni ketika Lorenzo mengikuti jumpa pers di Hotel Hilton, Sabtu (27/2), ketatnya penjagaan buat Lorenzo sudah terasa. Tidak cuma bisa mendekat secara fisik, wartawan pun diminta untuk tidak bertanya soal persaingan Lorenzo dengan rekan setimnya, Valentino Rossi.

Ketatnya penjagaan kepada Lorenzo kian terasa saat acara gala dinner di tempat yang sama pada malam hari. Sekitar 500-an orang yang terdiri dari pelanggan, dealer, dan pihak-pihak lain, harus rela menjaga jarak dengan Lorenzo.

Kesempatan untuk berfoto dengan Lorenzo dilakukan berombongan. Para peserta gala dinner sejak awal diperingatkan untuk tidak menyentuh Lorenzo, terutama di bahu, lengan atau tangan, karena cedera yang masih membelit pembalap 22 tahun itu.

Setiap seusai dua shot foto, Lorenzo langsung digiring pihak keamanan. Ada sekitar enam anggota satuan keamanan yang memagari Lorenzo. Sementara para peserta gala dinner dipersilakan untuk mengambil hidangan masing-masing.

Hal ini sempat mengundang kekecewaan Icha, Agung dan Vicky, tiga orang peserta yang berasal dari SMK Wirakarya 1 Ciparay dan SMK Pasundan 1 Bandung.

“Kami kecewa nggak bisa berdekat-dekat dengan Lorenzo,” ujar Icha saat berbincang dengan detiksport. Kalimat Icha dibenarkan oleh kedua rekannya.

“Kami diminta untuk jaga jarak, tidak boleh menyentuh atau salaman. Foto juga nggak bisa berdua saja, harus ramai-ramai,” imbuh Icha yang terpilih mengikuti gala dinner setelah sukses menggelar pentas seni (pensi) di sekolahnya dengan disponsori Yamaha.

Dari pengamatan detiksport, penjagaan terhadap Lorenzo memang sangat ketat. Keinginan untuk mencegah insiden yang bisa memperparah cedera Lorenzo memang bisa dimengerti, tapi tidak dapat dibiarkannya fans berinteraksi dengan sang idola patut disayangkan.

Sebagai pembanding, penjagaan yang dilakukan terhadap manajer Arsenal, Arsene Wenger, saat berkunjung ke Kuala Lumpur tahun lalu, jauh kalah ketat.

Beberapa waktu lalu, kunjungan Valentino Rossi ke Jakarta pun melahirkan kekecewaan penggemar, juga akibat penjagaan yang sangat ketat.

Meski sempat kecewa, Icha, Agung dan Vicky pada akhirnya dapat tersenyum lebar karena di hari terakhir mereka berkesempatan berdekatan dengan Lorenzo meski lagi-lagi bersama belasan peserta lain yang terpilih.

Belasan penggemar yang beruntung tersebut mendapatkan helm spesial dengan tanda tangan Lorenzo di atasnya.( arp / a2s )

Lorenzo Ucap Salam dengan Bahasa Jawa
Narayana Mahendra Prastya - detiksport


detiksport/Narayana Mahendra

Yogyakarta - Jorge Lorenzo membuat kejutan kecil saat berkunjung ke Yogyakarta. Sebuah salam pembuka dalam bahasa Jawa diucapkan pembalap Spanyol itu untuk menyapa wartawan.

Lorenzo hadir dalam acara jumpa pers dalam rangkaian acara ‘Halo Indonesia Semakin di Depan’ yang digelar Yamaha di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta,  Senin (1/3/2010).

Lorenzo memiliki cara yang cukup unik untuk menyapa sekaligus mengakrabkan diri dengan wartawan yang hadir.

Piye kabare (apa kabarnya), Yogyakarta?” demikian salam yg diucapkan runner-up MotoGP musim lalu itu.

Wartawan yg hadir selanjutnya tertawa dan beberapa menjawab, “Apik (baik).”

Yogyakarta adalah kota kedua yang dikunjungi Lorenzo di Indonesia. Sebelumnya, pembalap Fiat Yamaha itu telah mengunjungi Bandung. Pada saat bersamaan, Valentino Rossi tengah melawat ke Surabaya. ( arp / key )

Indonesia Berkesan buat Lorenzo
Arya Perdhana - detiksport


ist.

Bandung - Jorge Lorenzo mengaku sangat senang berada di Indonesia. Bukan sekadar basa-basi karena banyak hal yang memperlihatkan bahwa negara ini memberi kesan bagus buatnya.

Lorenzo datang ke Bandung dalam acara ‘Bangga Indonesia Semakin di Depan’ yang digelar Yamaha pada 27-28 Februari. Ini adalah kali keempat pembalap Spanyol itu datang ke Tanah Air.

“Senang bisa berada di Indonesia lagi. Indonesia ada di hati saya. Saya menikmati liburan di Bali, dan ini adalah kunjungan keempat saya di sini,” aku Lorenzo di hadapan jurnalis, Sabtu (27/2/2010).

Lorenzo tampaknya tidak sedang berbasa-basi. Ia terlihat menikmati kunjungannya ke Bandung dan memposting fotonya tengah berada di tepi kolam renang hotel tempatnya menginap di akun Twitter-nya.

Dalam pesannya di situs jejaring sosial itu, Lorenzo mengatakan bahwa ia senang bisa menjumpai matahari. Tampaknya, Lorenzo sedang berusaha membuat iri teman-temannya di Eropa yang masih berada di musim dingin.

Saat ditanyai oleh salah seorang wartawan dalam konferensi pers di ballroom Hotel Hilton Bandung, Lorenzo bahkan mengenali sang penanya sebagai salah satu kawannya saat bermain sepakbola pantai di Bali.

“Hei, saya ingat wajahmu,” kata Lorenzo dengan ramah.

Lorenzo menyadari betul bahwa banyak masyarakat Indonesia yang mengidolakannya. Tidak cuma secara langsung, dukungan warga Indonesia di dunia online berupa fans di Facebook serta follower di Twitter membuktikannya.

“Mungkin 30-40 persen penggemar saya di Facebook dan Twitter berasal dari Indonesia,” cetus pemuda 22 tahun yang hobinya berinternet dan sepakbola itu.

Hal senada diungkapkan oleh sumber detiksport di Yamaha, yang mengatakan bahwa Lorenzo memang punya kesan apik terhadap Indonesia sehingga tidak sulit dirayu untuk datang lagi. ( arp / din )

source : detiksport.com

http://www.gustavbernuar.com/?p=754



Tags Tags:
Categories: MotoGP
Posted By: gustavbernuar
Last Edit: 01 Mar 2010 @ 03 13 PM

E-mailPermalinkComments (0)

 01 Mar 2010 @ 8:50 AM 

Friday, 26 February 2010

The final day of the Sepang test concluded with Valentino Rossi not only faster than his pole position time from the 2009 GP, but also extremely happy with the “great shape” of the M1 prototype.

The close of the second pre-season test at Sepang on Friday saw Valentino Rossi at the head of the timesheet once again, and this time the Italian was faster than his own pole position record set at the circuit for the 2009 Shell Advance Malaysian Motorcycle Grand Prix.

A fastest lap of 2’00.271 was almost three-tenths of a second quicker, as Rossi spent the final day of the test trying electronic packages, a new tyre for Bridgestone, and evaluating the overall work done so far on the M1.

“I’m really happy to have beaten my pole record, it’s a good feeling to be this fast in testing,” said Rossi. “I did this with an old tyre but we also got the chance to try a very good new tyre from Bridgestone today, which I hope we will use from the first race. Our bike is in great shape; we need to do a bit more work on the electronics but in general everything is better, especially the rear grip and the engine. Yamaha have been very clever in developing this new bike whilst keeping the best parts of the old one.”

Rossi also did a few laps on the Yamaha test team’s bike, providing important feedback for future developments of the M1, and he is now looking forward to the final pre-season test in Qatar from March 18-19.

“It was good to get the chance to try the Japanese test bike, hopefully the feedback I gave them will help us in the future,” added Rossi. “Now we go to Qatar and then we will see our level because it is not one of mine or Yamaha’s best tracks! But we’re in great shape and this is very important at this stage of the season. I’m really looking forward to it.”

Sepang test ends with Rossi fastest again

Friday, 26 February 2010

The Italian betters his pole position record at the circuit and is one of four riders to go under the 2’01” mark, along with Stoner, Hayden and Edwards.

Another fascinating day of testing was completed at the Sepang International Circuit on Friday, with Valentino Rossi’s best lap of 2’00.271 setting the standard as the second official test finished.

The Italian – who was quickest on Thursday and also at the first test at the track three weeks ago – was 0.247s seconds faster than the time he set to qualify on pole position for the 2009 Malaysian GP. The Fiat Yamaha rider was followed on the timesheet by Ducati Marlboro pair Casey Stoner (2’00.512) and Nicky Hayden (2’00.703), both of whom felt the benefit of the new engine in the Desmosedici GP10 prototype on which new swingarms were tested. Hayden’s time was an improvement of just over 1.5s on his Thursday best lap.

Making it three Yamahas inside the top five times were Monster Yamaha Tech3 pairing Colin Edwards and Ben Spies. The former overcame electronic problems from Thursday to post a best lap of 2’00.988 on Friday – the fourth and final rider of the test to come in under the 2’01” barrier – whilst rookie Spies’ time of 2’01.014 shows that he is already finding a superb level with his M1 as he prepares for his first full season in MotoGP in 2010. Spies completed a race simulation on the second day and was pleased with his consistently fast times.

The Rizla Suzuki team tested their new GSV-R engine for the first time at this test and veteran Loris Capirossi made progressive improvements across the two days to post a 2’01.320 on Friday, making him the sixth quickest of the two days. He tested a range of other aspects on the bike first tried three weeks earlier and rode just over 100 laps this time out.

Repsol Honda riders Andrea Dovizioso and Dani Pedrosa were seventh and eighth fastest respectively on their RC212V machines. Dovizioso enjoyed a productive two days and on the second went round in 2’01.439, whilst Pedrosa was 0.039s behind. The Spaniard experienced a fall on Thursday and was uninjured, returning to the track later in the day and working throughout Friday as well.

Rookie Hiroshi Aoyama made impressive strides throughout the two days, with the Interwetten Honda MotoGP rider ninth in the timings with a 2’01.692 set on Friday as he felt vast improvements on the RC212V. He was followed by fellow MotoGP debutant Álvaro Bautista (Rizla Suzuki) who set a best time of 2’01.732, despite having hurt his arm the previous day in a slide.

Randy de Puniet of the LCR Honda team was the final rider to break the 2’02” mark with his 2’01.980, and was followed on the timesheet by Mika Kallio who completed the highest number of laps across the two days (just over 140).

Marco Melandri of the San Carlo Honda Gresini team continued to adapt to the RC212V, and rookies Héctor Barberá (Paginas Amarillas Ducati), and Aleix Espargaró (Pramac Racing) – whose fall on Thursday had no ill effects – were all present as they amassed laps on their respective Desmosedici machines.

Another MotoGP debutant for this season, Marco Simoncelli of San Carlo Honda Gresini, suffered a crash early on Friday morning. The Italian had completed just two laps when he fell, cutting short his day’s work, and was taken to hospital as a precaution. Later in the day Simoncelli confirmed he was feeling better.

A notable absentee from this test was Fiat Yamaha rider Jorge Lorenzo, who is still recuperating from a training accident which happened two weeks ago in which he injured his right hand.

You can see the full testing results from both days at Sepang here.

Session 3 - 26/02/10

Pos Rider Team Fastest lap Prev. Gap Lead. Gap Laps
1 Valentino Rossi Fiat Yamaha Team 2:00.271 - - 39
2 Casey Stoner Ducati Marlboro Team 2:00.512 +0.241 +0.241 33
3 Nicky Hayden Ducati Marlboro Team 2:00.703 +0.191 +0.432 42
4 Colin Edwards Monster Yamaha Tech 3 2:00.988 +0.285 +0.717 35
5 Ben Spies Monster Yamaha Tech 3 2:01.014 +0.026 +0.743 44
6 Loris Capirossi Rizla Suzuki MotoGP 2:01.320 +0.306 +1.049 50
7 Andrea Dovizioso Repsol Honda Team 2:01.439 +0.119 +1.168 46
8 Dani Pedrosa Repsol Honda Team 2:01.478 +0.039 +1.207 57
9 Hiroshi Aoyama Interwetten-Honda MotoGP 2:01.692 +0.214 +1.421 50
10 Alvaro Bautista Rizla Suzuki MotoGP 2:01.732 +0.040 +1.461 25
11 Randy De Puniet LCR Honda MotoGP 2:01.980 +0.248 +1.709 58
12 Marco Melandri San Carlo Honda Gresini 2:02.078 +0.098 +1.807 60
13 Hector Barbera Aspar Team 2:02.080 +0.002 +1.809 52
14 Mika Kallio Pramac Racing Team 2:02.082 +0.002 +1.811 66
15 Yamaha T Yamaha T 2:02.287 +0.205 +2.016 18
16 Aleix Espargaro Pramac Racing Team 2:02.367 +0.080 +2.096 49
17 Marco Simoncelli San Carlo Honda Gresini 2:03.689 +1.322 +3.418 2
18 Yamaha O Yamaha O 2:04.500 +0.811 +4.229 43

Rossi tops Sepang times on first day

Thursday, 25 February 2010

After setting the fastest time at the Malaysian track three weeks ago, Valentino Rossi was the quickest rider on the first day of the second official test of the year at the Sepang International Circuit on Thursday.

Following Wednesday’s relatively quiet day for test riders only at Sepang, the official MotoGP riders were on track on Thursday as the second test of 2010 got underway in Malaysia. As was the case three weeks ago at the first test Valentino Rossi topped the timesheet on his factory YZR-M1, as he set a best lap time of 2’01.068.

Rossi was continuing work on the set-up of his 2010 prototype and also with new Brembo brake callipers, and the reigning World Champion was followed in the lap times by Casey Stoner, with the Ducati Marlboro team testing new swingarms on the Desmosedici GP10. The main focus remains finding the right feeling with the new engine for the Australian rider, and Stoner was 0.151s off Rossi’s pace.

Repsol Honda rider Andrea Dovizioso took well over half a second off his time from the previous test to post a 2’01.631 as the third fastest rider, whilst the new GSV-R engine in the Rizla Suzuki bike enable Loris Capirossi to make a significant improvement as well. The veteran completed 52 laps – as did Dovizioso – and was fourth quickest at a further 0.056s behind his fellow Italian’s time, as he continues work on the new cowling, Akrapovic exhaust, chassis, suspension and Marchesini wheels from the last test.

Monster Yamaha Tech3 duo Ben Spies and Colin Edwards were fifth and sixth respectively on the timesheet, the former working on riding position and posting a best lap of 2’01.843 on day one. Edwards, at 0.054s slower, had problems with electronics which meant a slow morning, but he returned to the track later in the day and worked on different chassis settings as he took in 35 laps.

Dani Pedrosa (Repsol Honda) fell at around 1.35pm local time at turn nine having completed 26 laps, but returned two hours later and made a total of 47 for the day on board his factory RC212V with a best time of 2’02.036, whilst the rider to record the joint-highest number of turns on Thursday was Mika Kallio of Pramac Racing. The Finn’s 76 laps produced a time just 0.002s slower than Pedrosa, as he came in eighth fastest whilst trying out different front forks on the GP10.

Álvaro Bautista suffered the first fall of the day just after midday on his Suzuki. He returned to action shortly after on the GSV-R and knocked over a full second off his previous test time, with a 2’02.078 from 34 laps his best effort as he rode the new engine that team-mate Capirossi is also testing.

Rounding out the top 10 times was San Carlo Honda Gresini rider Marco Melandri, whose time of 2’02.086 on his RC212V was a vast step up from his last time out. Nicky Hayden (Ducati Marlboro) is still feeling the slight effects of surgery on his right arm from two weeks ago, although he completed 61 laps with a best time just over a second off Rossi’s.

Rookies Hiroshi Aoyama (Interwetten Honda MotoGP), Aleix Espargaró (Pramac Racing) – who crashed at turn four late in the day – and Héctor Barberá (Paginas Amarillas Ducati) followed, with LCR Honda rider Randy de Puniet putting in a solid 76 laps whilst testing chassis geometry in search of the right direction to take on the RC212V, and all made better times than their last test at Sepang. Marco Simoncelli (San Carlo Honda Gresini Team) worked on electronic mapping for traction control on his machine.

Tyre supplier Bridgestone has made available to all riders two new tyre specifications for this test: the medium rear compound for 2010, which is a softer option qualifying tyre, and a new front tyre compound to be used for 2011.

Also on track were Yamaha test riders Norihiko Fujiwara and Wataru Yoshikawa, with a notable absence from this second test being Fiat Yamaha rider Jorge Lorenzo who is still recovering from a hand injury sustained in a training accident two weeks ago.

The riders are due to return to the track for the second and final day of this test on Friday morning at 10am local time.

You can see the full results from Thursday’s testing at Sepang here.

Session 2 - 25/02/10

Pos Rider Team Fastest lap Prev. Gap Lead. Gap Laps
1 Valentino Rossi Fiat Yamaha Team 2:01.068 - - 47
2 Casey Stoner Ducati Marlboro Team 2:01.219 +0.151 +0.151 33
3 Andrea Dovizioso Repsol Honda Team 2:01.631 +0.412 +0.563 52
4 Loris Capirossi Rizla Suzuki MotoGP 2:01.687 +0.056 +0.619 52
5 Ben Spies Monster Yamaha Tech 3 2:01.843 +0.156 +0.775 42
6 Colin Edwards Monster Yamaha Tech 3 2:01.897 +0.054 +0.829 35
7 Dani Pedrosa Repsol Honda Team 2:02.036 +0.139 +0.968 47
8 Mika Kallio Pramac Racing Team 2:02.038 +0.002 +0.970 76
9 Alvaro Bautista Rizla Suzuki MotoGP 2:02.078 +0.040 +1.010 34
10 Marco Melandri San Carlo Honda Gresini 2:02.086 +0.008 +1.018 52
11 Nicky Hayden Ducati Marlboro Team 2:02.221 +0.135 +1.153 61
12 Hiroshi Aoyama Interwetten-Honda MotoGP 2:02.419 +0.198 +1.351 57
13 Aleix Espargaro Pramac Racing Team 2:02.447 +0.028 +1.379 35
14 Hector Barbera Aspar Team 2:02.485 +0.038 +1.417 62
15 Randy De Puniet LCR Honda MotoGP 2:02.535 +0.050 +1.467 76
16 Marco Simoncelli San Carlo Honda Gresini 2:03.254 +0.719 +2.186 53
17 Yamaha O Yamaha O 2:04.681 +1.427 +3.613 51
18 Yamaha T Yamaha T 2:04.967 +0.286 +3.899 43
source : motogp.com
http://www.gustavbernuar.com/?p=744
Tags Tags:
Categories: MotoGP
Posted By: gustavbernuar
Last Edit: 01 Mar 2010 @ 12 50 PM

E-mailPermalinkComments (0)

 06 Feb 2010 @ 12:23 AM 

The factory team get their year underway with a strong Sepang test performance.

With Valentino Rossi and Jorge Lorenzo both inside the top three times at the first official MotoGP test of 2010 in Malaysia, it was a successful outing for the Fiat Yamaha team.

Rossi was the only rider of all 17 present to get under the 2’01” mark, as he set a time of 2’00.925 on Friday, whilst Lorenzo’s time of 2’01.680 made him third fastest behind Ducati’s Casey Stoner.

Rossi left the garage just after 1pm on Friday as morning rain meant the track did not dry out until lunchtime, and when he did emerge the World Champion completed 32 laps on his YZR-M1 prototype – just under half a second slower than his own record pole position at the circuit, set in 2009.

“After yesterday this second day has been very good as well, even though we lost a few hours to the rain, and by the end we were still able to finish all our work,” explained the Italian. “We worked on the new bike to find a better setting and I was happy to be the fastest overall - even though this is just testing this is important for me!”

“At the next test we will have a few more new things but we’re already happy because we’re fast and strong. There is room to improve of course; Sepang is always a good track for the Yamaha so we will have to wait until Qatar to get a better understanding of our level, but we have made a great start.”

Lorenzo started his work late in the morning but completed the bulk of his 60 laps after lunch. A big improvement on his Thursday time and a comfortable feeling with the new M1 were positive results for the Spaniard.

“I felt much better today and I was able to be fast straight away,” he said. “It wasn’t a big problem yesterday, it’s just that after such a long break I forgot how to ride a little bit! I need a bit of time, but it was much better today. I’m happy about my performance and about my feeling with the new bike. Yamaha have made good improvements without changing the best parts of the bike and this is the best way. They have made some good modifications to the chassis and the engine and this has already improved our pace.”

Lorenzo added: “We don’t have many days on the bike until the start of the season so we will make the most of the time here next month to continue our good work.”

MotoGP Sepang Test, Malaysia

Session 3 - 05/02/10

Pos Rider Team Fastest lap Prev. Gap Lead. Gap Laps
1 Valentino Rossi Fiat Yamaha Team 2:00.925 - - 32
2 Casey Stoner Ducati Marlboro Team 2:01.320 +0.395 +0.395 36
3 Jorge Lorenzo Fiat Yamaha Team 2:01.680 +0.360 +0.755 60
4 Dani Pedrosa Repsol Honda Team 2:01.822 +0.142 +0.897 50
5 Ben Spies Monster Yamaha Tech 3 2:02.266 +0.444 +1.341 31
6 Andrea Dovizioso Repsol Honda Team 2:02.272 +0.006 +1.347 56
7 Colin Edwards Monster Yamaha Tech 3 2:02.479 +0.207 +1.554 42
8 Nicky Hayden Ducati Marlboro Team 2:02.493 +0.014 +1.568 55
9 Aleix Espargaro Pramac Racing Team 2:02.647 +0.154 +1.722 33
10 Loris Capirossi Rizla Suzuki MotoGP 2:02.763 +0.116 +1.838 48
11 Marco Melandri San Carlo Honda Gresini 2:02.810 +0.047 +1.885 55
12 Hector Barbera Aspar Team 2:03.032 +0.222 +2.107 53
13 Randy De Puniet Lcr Honda MotoGP 2:03.043 +0.011 +2.118 48
14 Hiroshi Aoyama Interwetten-Honda MotoGP 2:03.195 +0.152 +2.270 56
15 Marco Simoncelli San Carlo Honda Gresini 2:03.245 +0.050 +2.320 56
16 Alvaro Bautista Rizla Suzuki MotoGP 2:03.274 +0.029 +2.349 37
17 Mika Kallio Pramac Racing Team 2:03.359 +0.085 +2.434 53
18 Yamaha O Yamaha O 2:05.803 +2.444 +4.878 29
19 Yamaha T Yamaha T 2:06.621 +0.818 +5.696 20

source : motogp.com

http://www.gustavbernuar.com/?p=740

Tags Tags:
Categories: MotoGP
Posted By: gustavbernuar
Last Edit: 06 Feb 2010 @ 12 25 AM

E-mailPermalinkComments (0)

 04 Feb 2010 @ 11:03 PM 

“I don’t have anything to comment on this” - Jorge Lorenzo.

Rossi and Lorenzo stop sharing data

Fiat Yamaha team-mates Valentino Rossi and Jorge Lorenzo, whose pit garages are already separated by a wall, will no longer directly share data during a grand prix weekend.

The change first came to light during a press release Q&A with Rossi’s team manager Davide Brivio, released by Yamaha on Thursday to coincide with the official Fiat Yamaha team launch during the Sepang test.

“In 2010 we will have small changes [in terms of information sharing between Rossi and Lorenzo], compared to 2009,” Brivio said.

“In consideration of the fact that the two riders are the main rivals for the championship, we have decided to respect this competition internally and to respect their own ways to race and to approach the competition, so during the weekend the two teams will be much more independent and the challenge will be closer.

“Not much information can be exchanged between the two teams.

“At YMC level, back at the office, the engineers can compare the data and the information, but the two teams inside the garage can work more independently from a technical point of view.”

Later on Thursday evening, during a Yamaha press conference, Crash.net asked Fiat Yamaha team director Masahiko Nakajima - who oversees both sides of the factory Yamaha garage - about the change.

“Yes,” Nakajima replied. “So each team [Rossi and Lorenzo] has their own data. You can’t see the other team’s data. Only Yamaha engineers can see all the data and then feed it back to both riders.”

Rossi and Lorenzo, first and second in the 2009 world championship, then took to the stage and were asked about the increased secrecy - and who had suggested it.

“I think that Jorge - already in 2008 but especially last year - demonstrated great speed and also a good attitude to fix and set-up the bike,” replied Rossi. “Now Jorge has two years in MotoGP so everybody in the team are agreed that it is possible to make his own way.

“Also Jorge wants to work more on the development of the bike, so I think it is right that everybody makes his job and makes his development and tries to do it alone. At the end it doesn’t change a lot because all the comments made by me and Jorge are quite similar.

“So it is not a big change.”

But Lorenzo’s answer suggests he is not entirely happy with the situation:

“I don’t have anything to comment on this.”

All of which is in stark contrast to the ‘open’ relationship between Tech 3 ridersColin Edwards and Ben Spies, whose press conference concluded Yamaha’sMotoGP launch.

“If Ben’s got any questions or queries then he can come and ask me anything he wants. I’m open to it,” said Edwards. “This team thing, about always wanting to beat your team-mate, I’ve never thought that way. There are 15 other guys out there I want to beat more than my team-mate.”

“I’m not afraid to ask,” added Spies. “I asked him before I went out on track today. I asked him again around lunch. I said ‘I have no clue what I’m doing in these two or three turns’. He said he hadn’t really found out either, but he tried to give me the most advice he could.

“The way I look at it, you want to beat everybody, but when you have a team-mate and share information to try and make the bike better then the gap is always smaller to the people in front of you.

“By doing that you might cut out three or four guys that you otherwise wouldn’t have been able to beat. Okay it might mean that your team-mate is up there with you as well, but that’s no big deal.

“I think it’s important to work together like that. If he ever asks me anything I’ll be sure to answer it, I just don’t know if he’ll be asking me anything!”

Yamaha Motor Racing managing director Lin Jarvis was then asked about the contrast between the two sets of M1 team-mates.

“It’s always good to have a good rapour with your team-mate. I think the difference here is that firstly they are both Texans - not Italian and Spanish - so you don’t have the national rivalry. You’ve got camaraderie maybe.

“Also I think they are at quite different stages of their career, with Ben just entering and Colin the rider who has been there, done it and is at the top of his game. That helps.

“I think this [Tech 3] will be the fun team this year and I’m looking forward to it.”

“Can we quote him on that; ‘the fun team’?” smiled Edwards.

Paging
source : crash.net
http://www.gustavbernuar.com/?p=736
Tags Tags:
Categories: MotoGP
Posted By: gustavbernuar
Last Edit: 04 Feb 2010 @ 11 03 PM

E-mailPermalinkComments (0)

 04 Feb 2010 @ 10:44 PM 

The MotoGP team unveiled its new 2010 livery today, on the morning of the first test of the pre-season in Malaysia.

The Championship-winning Fiat Yamaha team will field the same line-up as last year with World Champion Valentino Rossi and runner-up Jorge Lorenzo once again spearheading its attack.

The two-day test for official MotoGP riders begins today, February 4, the first of three pre-season tests before the first race at Qatar on April 11. The Fiat Yamaha Team will hold a press conference at the Sepang International Circuit at 6.30pm local time. Lin Jarvis, Davide Brivio and Wilco Zeelenberg, Lorenzo’s new Team Manager, will be joined by Shigeto Kitagawa and Masahiko Nakajima at the press conference before the riders have their turn – Rossi and Lorenzo at 7pm and then Yamaha Tech 3 riders Colin Edwards and Ben Spies at 7.30pm.

Speaking about the forthcoming season Lin Jarvis, Managing Director of Yamaha Motor Racing, said “2009 was the most successful year for Yamaha’s racing activities for many years. It will be difficult to repeat such a performance but we are intending to try! We are fortunate to have the same fantastic rider line-up with Valentino and Jorge and we are looking forward to getting started with our work on track.”

He continued: “Of course, Yamaha has not been able to escape the difficulties caused by the global economic situation but MotoGP forms an important part of the company’s recovery plan. The MotoGP program is a very important brand image promotion activity and the racing requires us to demonstrate all of our company’s power in engineering, organisational and passion if we are to be successful at the top level.”

“We are extremely fortunate to have retained all of our existing loyal sponsors and even to have added a few more to the team. Our title sponsor Fiat is with us for a fourth year and Petronas, Packard Bell and Yamalube will continue as major sponsors of the team. We have two new sponsors in the form of Yamaha Indonesia, who join us with the aim of promoting their activities in Indonesia, the most important market for Yamaha at the moment, and Iveco. We have also retained all of our existing technical sponsors and suppliers.”

Jarvis concluded: “Last but not least I would like to say welcome back to all of our team staff and also to extend a warm welcome to our two new team members; Wilco Zeelenberg joins from the successful Yamaha Supersport team as Jorge’s new Team Manager and Davide Marelli comes in as his new data technician.”

2010 Valentino Rossi unveiled in Sepang, Malaysia

Valentino Rossi2010 Yamaha YZR-M1
Will Rossi win his 8th MotoGP world championship this year? We certainly hope he will…

The Fiat Yamaha MotoGP Team today unveiled the 2010-spec version of seven-time MotoGP world champion, Valentino Rossi, at the Sepang circuit in Malaysia. Rossi’s bike, the 2010 Yamaha YZR-M1 was also displayed alongside the rider.

‘On the 16th of February, I will be 31. I will be a little older [but] I always try to be at the top of my shape, improving and trying to adapt to the new bike. You always need to adapt yourself to the new bike, to the new regulation. If you think you are at the top of your performance, it is a big problem! Every season has its own story, it is more and more difficult and you always have to be faster. I will try again, as usual,’ saidRossi.

‘It is very difficult to say now who will be the hardest rival this year. I think all of them are on the same level, it is difficult to beat any of them. They are very strong riders, they can be fast on every track and condition and through the entire season and they are all capable of winning the championship. The 2010 bikes will make the difference, but I think all three riders [Casey Stoner, Jorge Lorenzo and Dani Pedrosa] will be the more difficult to be beaten,’ said The Doctor, speaking about his rivals.

‘In order to improve the 2010 M1, we have decided to focus on two aspects. Our aim is to develop a more stable bike, with more grip. The second direction, which is the most important, is the engine. We need more horsepower, despite the new rule that limits the number of engines through the season. We need more power and longer life of the engine. This will not be easy for Yamaha, but I know that they have been working very hard on this,’ said Rossi, speaking about the 2010 Yamaha MotoGP racebike.

free image hostfree image host

2010 Yamaha YZR-M1: Tech Specs

Engine: Liquid-cooled crossplane crankshaft 800cc inline-four
Power: More than 200bhp
Top speed: Above 320km/h
Gearbox: Six-speed cassette-type, with alternative gear ratios
Chassis: Aluminium twin tube delta box, multi-adjustable steering geometry / wheelbase / ride height, aluminium swingarm
Supension: Ohlins USD forks and Ohlins rear shock, all
adjustable for pre-load, high and low-speed compression and rebound damping
Wheels: Marchesini 16.5-inch
Tyres: Bridgestone, 16.5-inch, available as slick, intermediate, wet and hand-cut
Brakes: Brembo, twin 320mm carbon front discs, two four-piston callipers, single 220mm stainless steel rear disc, twin-piston calliper
Weight: 150kg

Note: The new Jorge Lorenzo, with minor revisions for 2010, was also unveiled at Sepang. Changes may include mildly reduced cockiness and arrogance, and slightly enhanced maturity.

source : motogp.com & fasterandfaster.net

http://www.gustavbernuar.com/?p=728

Tags Tags:
Categories: MotoGP
Posted By: gustavbernuar
Last Edit: 04 Feb 2010 @ 10 46 PM

E-mailPermalinkComments (0)

 04 Feb 2010 @ 10:37 PM 

The MotoGP riders complete their first day of testing in Malaysia, with the 2009 World Champion topping the timesheet.

A busy first day of testing for the official MotoGP team riders concluded at the Sepang International Circuit on Thursday, as work on the 2010 prototypes that will compete in this year’s World Championship continued.

Fiat Yamaha’s Valentino Rossi set the fastest time of the field of 17 participants, and the Italian’s time of 2’01.411 on the new M1 was just under a second off the pace (2’00.518) which secured him pole position in the 2009 race at the track, as he continued with the development of the chassis and engine first tested at Valencia last November.

Casey Stoner’s Ducati Desmosedici GP10 was separated by a gap of 0.491s, as the Australian put in 42 laps. The Ducati Marlboro team are trying out new forks and two fairings – used in the final four races of 2009 – on the machine, which also has a redesigned engine.

Settling straight back in, Colin Edwards enjoyed his session on the M1 of the Monster Yamaha Tech3 team. The American, who took fifth place in last year’s Championship, was the third and final rider to make it under the 2’02 mark, with a best lap of 2’01.932.

The first rider out on track for the day was Loris Capirossi, who emerged at 9.07am local time. The Italian clocked the fourth quickest lap of day one, as his 58 laps turned in a time of 2’02.102. The official Suzuki team has three chassis to test for the veteran rider (one from 2009, two new), whilst the new engine will be available at the next Sepang test at the end of February.

Jorge Lorenzo waited until the penultimate lap of his 57 turns to set his time of 2’02.165 as he also rode the new M1. The 2009 World Championship runner-up finished the day with a 0.754s gap to rival and team-mate Rossi.

Repsol Honda are testing their new bike with slight modifications to the chassis which was used at the Valencia test. Their engine, modified for better endurance, and some new electronics are being given a run through by Andrea Dovizioso and Dani Pedrosa, who were sixth and eighth respectively on the timesheet. The Italian was 0.465s behind Lorenzo, with Ducati Marlboro’s Nicky Hayden in seventh (2’02.792).

Mika Kallio’s first experience with the Desmosedici GP10 of the Pramac Racing team delivered a lap just under the 2’03 mark, as he completed 70 laps and was ninth on the sheet.

Of the rookies, Héctor Barberá topped the times on his Ducati of Team Aspar with a best lap of 2’03.030, set on the 57th of his 59 laps. Following the Spaniard, the remaining seven riders all recorded times within 0.7s.

Aleix Espargaró (Pramac Racing) was 11th, with Ben Spies (Monster Yamaha Tech3) and Randy de Puniet (LCR Honda) preceding Álvaro Bautista (Rizla Suzuki), Marco Simoncelli (San Carlo Honda Gresini), Marco Melandri (San Carlo Honda Gresini) and Hiroshi Aoyama (Interwetten Honda MotoGP). For the Gresini team, Simoncelli has at his disposal a factory spec RC212V.

Rain at 4.30pm local time forced the riders off track, half an hour before the scheduled finish of the day’s activities, and action is scheduled to resume on Friday morning at 9am local time.

Valentino Rossi starts 2010 testing on top

Valentino Rossi starts 2010 testing on top

Reigning seven time MotoGP world champion Valentino Rossi began 2010 MotoGPtesting on top of the timesheets by a comfortable 0.491sec at Sepang on Thursday.

The Fiat Yamaha rider was fastest for much of the day, having recorded his best lap time of 2min 1.411sec on lap 15 of 54.

“Today was very important because this year we have just six days of testing in which to set the bike, so we can not waste any time,” said Rossi.

“This first day was very positive, we tried the new bike for 2010, with a different chassis and a new engine, which can do more kilometres, and it is quite fast.

“Yamaha has worked very well over the winter. Now we need to spend time on setting some electronics and other things. This is only the start but it seems we’re already in good shape.”

Rossi’s nearest rival was 2007 world champion Casey Stoner, who also set his best lap time early in the day, the Ducati star’s best coming on lap 12 of 42. Stoner will be seeking a cure for chatter tomorrow.

Third fastest was satellite Tech 3 Yamaha rider Colin Edwards, who claimed to be delighted with the latest edition of the YZR-M1, with which he lapped just 0.03sec slower than Stoner and 0.170sec ahead of Suzuki’s Loris Capirossi.

Fifth fastest and the final rider within one second of Rossi was the Italian’s team-mate and 2009 title runner-up Jorge Lorenzo.

Repsol’s Andrea Dovizioso was the top Honda rider in sixth, while Nicky Hayden(Ducati Marlboro), Dani Pedrosa (Repsol Honda) and Mika Kallio (Pramac Ducati) occupied places seventh to ninth.

Hector Barbera caused a surprise by being the fastest of the 2010 rookies in tenth place. The Spaniard steered his Aspar Ducati around the Malaysian Grand Prix circuit in a best time 1.6sec slower than Rossi.

A visibly jet-lagged Ben Spies was twelfth fastest (+1.732sec) and the World Superbike champion claims a good night’s sleep, rather than any radical set-up changes, will take him nearer to the front.

Thursday saw intensive heat and humidity at Sepang, with rain finally arriving 20-minutes before the eight hours of scheduled track action had concluded.

Testing continues on Friday.


MotoGP Sepang Test, Malaysia

Session 2 - 04/02/10

Pos Rider Team Fastest lap Prev. Gap Lead. Gap Laps
1 Valentino Rossi Fiat Yamaha Team 2:01.411 - - 54
2 Casey Stoner Ducati Marlboro Team 2:01.902 +0.491 +0.491 42
3 Colin Edwards Monster Yamaha Tech 3 2:01.932 +0.030 +0.521 48
4 Loris Capirossi Rizla Suzuki MotoGP 2:02.102 +0.170 +0.691 58
5 Jorge Lorenzo Fiat Yamaha Team 2:02.165 +0.063 +0.754 57
6 Andrea Dovizioso Repsol Honda Team 2:02.630 +0.465 +1.219 51
7 Nicky Hayden Ducati Marlboro Team 2:02.792 +0.162 +1.381 46
8 Dani Pedrosa Repsol Honda Team 2:02.866 +0.074 +1.455 52
9 Mika Kallio Pramac Racing Team 2:02.987 +0.121 +1.576 70
10 Hector Barbera Aspar Team 2:03.030 +0.043 +1.619 59
11 Aleix Espargaro Pramac Racing Team 2:03.133 +0.103 +1.722 54
12 Ben Spies Monster Yamaha Tech 3 2:03.142 +0.009 +1.731 55
13 Randy De Puniet Lcr Honda MotoGP 2:03.456 +0.314 +2.045 62
14 Alvaro Bautista Rizla Suzuki MotoGP 2:03.558 +0.102 +2.147 51
15 Marco Simoncelli San Carlo Honda Gresini 2:03.563 +0.005 +2.152 54
16 Marco Melandri San Carlo Honda Gresini 2:03.609 +0.046 +2.198 28
17 Hiroshi Aoyama Interwetten-Honda MotoGP 2:03.651 +0.042 +2.240 66
18 Yamaha T Yamaha T 2:05.732 +2.081 +4.321 40
19 Yamaha O Yamaha O 2:06.206 +0.474 +4.795 36

source : motogp.com & crash.net

http://www.gustavbernuar.com/?p=725

Tags Tags:
Categories: MotoGP
Posted By: gustavbernuar
Last Edit: 04 Feb 2010 @ 10 57 PM

E-mailPermalinkComments (0)

 30 Dec 2009 @ 6:10 PM 

Lain lagi dengan miniatur Segundo yang dibuat oleh Kang Sunarya dari Bandung. Buatan lebih simple dan tidak terlalu detail yang dibuat Niki Kayoe dari Malang, akan tetapi bagi para bismania Miniatur Bis dari Segundo tetap merupakan barang incaran sebagai koleksi.

Rosalia Indah New Marcopolo

Rosalia Indah New Marcopolo AP

Ini Linknya : http://miniaturbis.multiply.com/

Kramat Djati New Marcopolo AP

Kramat Djati New Marcopolo AP

Nusantara New Travego AP

Nusantara New Travego AP

Bejeu New Travego AP

Bejeu New Travego AP

Sriwijaya FC New Segunda NA

Sriwijaya FC Genesia NA

Keren-keren kan?…………..

source : http://miniaturbis.multiply.com/

http://www.gustavbernuar.com/?p=722

Tags Tags:
Categories: Community
Posted By: gustavbernuar
Last Edit: 30 Dec 2009 @ 06 10 PM

E-mailPermalinkComments (0)

 30 Dec 2009 @ 5:18 PM 

Bagi para bismania tentunya sudah sangat mengenal Niki Kayoe buatan Pak Syaiful dari Kota Malang. Dimana pembuatan miniatur bisnya sangat detail dan benar-benar mirip.

Morodadi

Morodadi

atau versi my favorite new Marcopolo

ini linknya : http://galerinikikayoe.multiply.com/

Contoh Produk2 yang laennya…….

Tentrem

Tentrem

Laksana

Adiputro

Adi Putro

Adi Putro

Adi Putro

Adi Putro

Mantap kan?………

source : http://galerinikikayoe.multiply.com/

http://www.gustavbernuar.com/?p=718

Tags Tags:
Categories: Community
Posted By: gustavbernuar
Last Edit: 30 Dec 2009 @ 05 18 PM

E-mailPermalinkComments (0)

 28 Dec 2009 @ 10:24 PM 

Masih ingat maenan TAMIYA?…….jaman waktu SD menjelang SMP aku pernah mempunyai 2 tamiya :
1. CRIMSON GLORY

2. SHOOTING STAR alias DASH No 3

Hehehe jadi teringat masa lalu…………………






















































source : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2717565
http://www.gustavbernuar.com/?p=709
Tags Tags:
Categories: Community
Posted By: gustavbernuar
Last Edit: 28 Dec 2009 @ 10 27 PM

E-mailPermalinkComments (0)

 28 Dec 2009 @ 9:11 PM 

Princess Hours (Goong)

http://www.lautanindonesia.com/images/dramasia/PrincessHours_a_060714.jpg

Genre: Romance, comedy

Episode: 24

Broadcast network: MBC Korea

Cast:

Yoon Eun Hye sebagai Shin Chae-kyeong

Joo Ji Hun sebagai Lee Shin

Kim Jeong Hun sebagai Lee Yool

Sung Ji Hyo sebagai Min Hyo Rin

Choi Sung Jun sebagai Kang In

Lee Yong Joo sebagai Jang Kyung

Uhm Sung Mo sebagai Ryu Hwan

Jun Ji Ae sebagai Lee Kang Hyun

Lee Eun sebagai Kim Soon Young

Dahn Ji sebagai Yoon Hee Soong

Sinopsis (Spoilers!):

 Drama ini terinspirasi dari manga Korea yang berjudul sama, Goong, yang bertema mengenai kehidupan seorang gadis remaja biasa yang menikah dan masuk ke dalam kerajaan.

Drama ini dimulai ketika sang Raja menderita sakit yang semakin parah. Permaisuri memerintahkan agar Putra mahkota, Lee Shin (Joo Ji Hun), yang masih bersekolah, segera menikah dengan gadis yang telah ditetapkan sebelumnya.

Shin Chae-kyeong (Yoon Eun Hye) adalah seorang gadis sekolah biasa. Ia bersekolah di sekolah yang sama dengan putra mahkota. Ternyata, ialah yang ditetapkan menjadi istri putra mahkota berdasarkan perjanjian kakeknya dengan Raja. Karena tuntutan ekonomi keluarganya yang buruk, maka ia menerima perjanjian tersebut dan menikah dengan Lee Shin walaupun ia mengetahuui bahwa Lee Shin telah memiliki pacar, Min Hyo Rin (Sung Ji Hyo) yang bercita-cita menjadi balerina yang sukses. Lee Shin bahkan pernah melamarnya, namun Hyo Rin menolaknya karena tidak ingin terkurung di istana.

Setelah menikahi Lee Shin, walaupun Chae-kyeong memiliki kesulitan beradaptasi dengan kehidupan istana, namun ia dapat mengatasinya. Satu hal yang terus mengganggunya adalah ia jatuh cinta kepada Lee Shin dan Lee Shin selalu bersikap dingin kepadanya karena telah memiliki Hyo Rin.

Permasalahan mulai muncul ketika Lee Yool (Kim Jeong Hun), supupu Lee Shin yang merupakan putra mahkota sebelumnya kembali ke Korea bersama Ibunya, lady Hwa-Yong. Selanjutnya Lee Yool menyukai Chae-kyeong dan seringkali menjadi teman curhat Chae-kyeong. Akhirnya ia merasa menyesal meninggalkan istana, karena jika ayahnya tidak meninggal, maka ialah yang seharusnya menjadi putra mahkota dan menikahi Chae-kyeong, bukan Lee Shin. Ibu Lee Yool yang ingin membalas dendam pada pihak istana, ingin menjadikan Lee Yool sebagai Raja menggantikan Lee Shin.

Setelah beberapa saat, akhirnya pihak istana memperbolehkan Lee Yool dan Ibunya ke kedudukan mereka sebagai anggota keluarga kerajaan. Ibu Lee Yool berusaha agar kedudukan putra mahkota Lee Shin jatuh ke tangan Lee Yul. Beberapa peristiwa Lee Shin, Chae-kyeong, dan Hyo Rin menjadi skandal kerajaan disaat Le Shin menyadari perasaannya pada Chae-kyeong, dan ia tidak lagi menyukai Hyo Rin. Kemudian, pihak istana memutuskan untuk mengirim Chae-kyeong ke luar negeri untuk menghindari permasalahan lebih lanjut.

Akhirnya, Lee Yool mengakui ke publik bahwa ialah yang bersalah karena ia merasa bersalah pada Chae-kyeong atas perbuatan Ibunya. Karena tidak dapat menerima kenyataan, lady Hwa-Yong mengendarai mobil dan mengalami kecelakaan di jalan raya dan harus menggunakan kursi roda. Lee Shin menyusul Chae-kyeong ke Macau dan menikah lagi dengannya di sebuah gereja katolik dengan kemungkinan bahwa Chae-kyeong sedang mengandung anak Lee Shin.

Analisis Karakter:

Shin Chae-kyeong sebagai Yoon Eun Hye

Shin Chae-kyeong adalah seorang siswa sekolah seni dari sebuah keluarga biasa. Kakeknya pernah menyelamatkan Raja terdahulu, sehingga Raja tersebut membuat perjanjian dengan kakeknya bahwa Chae-kyeong akan menikahi putra mahkota nantinya. Pada awal cerita, ia merupakan gadis yang ceria, namun, setelah masuk istana ia berubah menjadi sering menangis. Ia menjadi seorang gadis yang tidak berani mengambil keputusan dan meratapi nasib. Bahkan menurut saya, yang ia lakukan dalam sebagian besar cerita adalah menangis dan menangis. Sangat mengganggu.

Seperti review saya dalam The Vineyard Man, akting Yoon Eun Hye tidak menonjol. Ia menampilkan mimik-mimik kosong sehingga tidak dapat dinikmati penonton. Namun, karena perannya dalam drama ini yang harus dilakukannya hanya menangis dan menangis lagi, maka yang harus ia lakukan hanyalah menangis tanpa kesan lainnya (no offense).

Lee Shin sebagai Joo Ji Hun

Lee Shin adalah seorang putra mahkota kerajaan Korea. Dibesarkan di dalam istana membuatnya menjadi orang yang sensitif, kurang memerhatikan perasaan orang lain, dingin, kesepian, dan penuh misteri dengan sikap-sikapnya. disamping itu ia merupakan sosok yang pintar dan sangat cocok menjadi seorang raja. Ia menyadari takdirnya sebagai calon raja dengan segala peraturan istana membuatnya membatasi perbuatan dan keinginannya di dunianya yang membosankan. Kehadiran Chae-kyeong di istana membuat kehidupannya lebih terasa hidup membuatnya jatuh hati pada permaisurinya itu.

Ekspresi Joo Ji Hun jarang berubah dari awal hingga akhir cerita. Mungkin karena karakternya yang diharapkan dingin karena itu Joo Ji Hun berakting seperti itu saya tidak tahu. Menurut saya, karakter Lee Shin ini seharusnya dapat diperankan lebih baik lagi.

Lee Yool sebagai Kim Jeong Hun

Lee Yool adalah sepupu Lee Shin. Ayahnya merupakan kakak ayah Lee Shin. Dulu ketika ayahnya masih hidup, ialah yang diangkat menjadi putra mahkota. Namun, ketika ayahnya meninggal, kedudukan putra mahkota jatuh ketangan Le Shin. Sesuai peraturan istana, keluarga selain putra mahkota harus keluar dari istana. Karena itulah ia dan Ibunya tinggal di Inggis selama ini. Ia merupakan orang yang lembut, hangat, dan romantis, sifat kebalikan dari Lee Shin. Ia menyukai Chae-kyeong, karena itulah ia memiliki penyesalan atas kedudukannya sebagai putra mahkota dulu, karena seharusnya ialah yang menjadi suami Chae-kyeong. Tidak banyak yang dilakukan karakter ini selain meratapi perasaannya kepada Chae-kyeong dan menjadi anak yang berbakti pada Ibunya.

Perpaduan fisik Kim Jeong Hun dan sifat Lee Yool yang lembut membuatnya terlihat cantik. Namun aktingnya dalam tidak mampu membuat saya simpati padanya dengan ekspresinya yang sangat terbatas, walaupun menurut saya Lee Yool merupakan kareakter yang paling kasihan dalam drama ini. Ia menggambarkan Lee Yool menjadi orang yang sangat lemah bukan lembut.

Min Hyo Rin sebagai Sung Ji Hyo

Min Hyo-rin merupakan pacar Lee Shin. Pada awal cerita, Lee Shin melamarnya, namun ia menolak demi karir baletnya. Setelah merasa terancam kedudukannya sebagai pacar oleh Chae-kyeong, ia berusaha mempertahankan hubungannya dengan Lee Shin, walauun akhirnya tidak berhasil. Ia merupakan wanita yang cantik dan pintar. Ia berusaha mewujudkan mimpinya menjadi balerina sukses, namun, dalam kehidupan cintanya, ia mengejar sesuatu yang bukan miliknya.

Sung Ji Hyo tidak meninggalkan kesan apa-apa dalam perannya sebagai Hyo Rin. Ekspresinya yang itu-itu saja membuat saya bosan melihat Hyo Rin. Seharusnya kaakter ini bisa diperankan dengan lebih baik lagi.

Komentar Penulis:

Pada analisis karakter diatas, semua akting pemerannya saya anggap kurang, mengapa? Karena saya menyukai drama ini, jadi saya berharap lebih dari para pemainnya. Menurut saya, drama ini memiliki ide cerita modern dengan penggambaran penuh nuansa budaya yang kental. Sebenarnya drama ini sangat kaya, sayang sekali pemainnya gagal menyeimbanginya, seharusnya drama ini masih dapat lebih bagus lagi. Selain itu, alur ceritanya lebih banyak kesedihan daripada adegan-adegan bahagia membuat drama ini dibanjiri tangisan, ratapan, bahkan keputus asaan. Menurut saya, kesedihan tidak perlu terlalu banyak air mata untuk menggambarkannya, too much!

Ide cerita yang ditampilkan sebenarnya sangat menarik yaitu satu Cinderella dan dua pangeran. Yang menjadi nilai tambah drama ini adalah budaya yang ditonjolkannya. Menurut saya, poin ini sangat membantu rating drama ini.

Kesimpulan:

Walaupun saya kecewa dengan akting para pemainnya, namun menurut saya darma ini patut ditonton karena cerita dan pengemasannya yang unik. Saya berharap seri keduanya lebih baik daripada yang pertama ini.

http://www.bloggaul.com/ayuexpd_bad_girlz/pic/ayuexpd_bad_girlz_93200620838PM_princess_hours.jpg

The Vineyard Man

http://dvdserial.blogdetik.com/files/2008/11/the-vineyard-man.jpg

Seri drama ini merupakan adaptasi dari buku “The Vineyard Man” karangan Kim Rang. Lee Ji Hyun (Yoon Eun Hye) adalah seorang designer tidak tetap sebuah perusahaan designer pakaian. Ia memiliki cita-cita menjadi seorang designer yang sukses dan terkenal. Saat ia menciptakan sebuah design pakaian yang bagus, ia menggunakannya ke pub saat malam harinya, namun baju tersebut dicuri sekelompok pria yang kemudian meninggalkan Ji Hyun di toilet pria. Saat panik, ia menelepon polisi untuk meminta polisi menjemputnya di toilet. Saat itulah, Kang Taek-Gi (Oh Man Suk), seorang pekerja anggur yang akan menjual anggurnya, masuk ke toilet dan bertemu Ji Hyun. Karena mengira Taek-Gi adalah polisi, Ji Hyun langsung mengambil paksa kemeja yang dikenakan oleh Taek-Gi. Kemudian polisi datang dan membawa mereka berdua ke kantor polisi. Ji Hyun menuduh Taek-Gi sebagai seorang pemerkosa sedangkan Taek-Gi menuduh Ji Hyun sebagai seorang penggoda pria. Pagi harinya polisi membebaskan mereka berdua. Taek-Gi meminta ganti rugi pada Ji Hyun atas kerugian yang diterimanya karena anggur dagangannya tidak terjual, namun, Ji Hyun tidak dapat membayarnya karena tidak memiliki uang.

Saat ke kantor, Ji Hyun baru mengetahui bahwa yang mencuri baju rancangannya adalah atasannya yang menyatakan bahwa baju itu adalah hasil rancangannya. Ji Hyun menyangkal dengan mengatakan bahwa baju itu adalah rancangannya, namun tidak ada yang mempercayainya, lalu ia dipecat dari pekerjaannya. Karena tidak memiliki uang dan pekerjaan, maka akhirnya ia menerima tawaran kakeknya, Lee Byung-Dal (Lee Soon Jae), yang berkata akan memberinya kebun anggur di luar kota dengan syarat bahwa ia harus tinggal disana selama satu tahun. Di sanalah ia bertemu lagi dengan Taek-Gi yang ternyata bekerja di kebun anggur milik kakeknya. Ji Hyun mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan di desa dan pekerjaan di kebun dan kerap kali berselisih dengan Taek-Gi yang mengajarinya cara berkebun anggur.

Seiring dengan berjalannya waktu, Ji Hyun dapat menyesuaikan diri dengan kehidupannya di kebun anggur dan menjadi sangat perduli dengan kebun anggur yang akan menjadi miliknya dan memutuskan untuk tidak akan menjual kebunnya walaupun tanah itu berharga sangat tinggi dan akan meneruskan usaha kakeknya berkebun anggur. Karena kebersamaan setiap harinya, Ji Hyun dan Taek-Gi saling mengerti satu sama lain yang berujung dengan perasaan cinta satu sama lain.

Kisah Ji Hyun dan Taek-Gi diwarnai dengan hadirnya mantan kakak kelas yang Ji Hyun sukai saat masih di sekolah, Kim Gyung-Min (Kim Ji Suk) yang bekerja menjadi sebuah dokter di klinik di daerah perkebunan anggur miliknya. Selama beberapa waktu dalam seri drama ini, Ji Hyun menjalin hubungan dengan Gyung-Min dan menyangkal perasaannya sendiri bahwa orang yang ia sukai adalah Taek-Gi bukan Gyung-Min.

Disamping kehadiran Gyung-Min, masih ada lagi seorang peneliti di lembaga penelitian tempat Taek-Gi kuliah yaitu Kang Su-jin (Jeong So-yeong) yang juga merupakan mantan pacar Taek-Gi yang dulu pernah mencampakkan Taek-Gi namun kembali dan ingin meneruskan hubungannya dengan Taek-Gi, namun selalu ditolak oleh Taek-Gi.

Di penghujung akhir cerita, Gyung-Min melamar Ji Hyun untuk menikah dengannya, namun Ji Hyun menolaknya dengan alasan bahwa orang yang ia sukai adalah Taek-Gi. Kemudian Gyung-Min pergi menemui Taek-Gi dan memukulnya karena merebut pacarnya sembari memberi tahu bahwa Ji Hyun mengatakan bahwa dirinya menyukai Taek-Gi. Mendengar hal itu, Taek-Gi langsung menemui Ji Hyun dan akhirnya mereka berdua bersatu.

Mengetahui bahwa Taek-Gi dan Ji Hyun saling menyukai, ia sangat senang dan mengatur sebuah pernikahan untuk mereka berdua yang dihadiri oleh orang tua Ji Hyun dan penduduk desa. Drama ini ditutup dengan pernikahan Taek-Gi dan Ji Hyun, dan gambaran kehidupan mereka berdua 10 tahun mendatang, dengan kakek dan anak-anak mereka. Akhir yang sangat bahagia bagi tokoh-tokoh utamanya.

Analisis Karakter:

Yoon Eun Hye sebagai Lee Ji Hyun

Lee Ji Hyun adalah seorang wanita yang berasal dari kota besar yang memiliki obsesi menjadi designer pakaian yang sukses dan terkenal karena itu ia sangat perduli pada penampilannya. Ia merupakan wanita yang mudah merasa insecure dan tidak percaya diri mengenai kehidupan dan perasaannya, sehingga membutuhkan saran-saran dari teman dekatnya. Diluar hal-hal itu, ia merupakan orang yang polos dan tidak mudah menyerah.

Yoon Eun Hye memerankan Ji Hyun dengan baik. Ia mampu membuat orang yang menonton drama ini melihat Ji Hyun sebagai seorang “orang kota” namun polos. Penampilannya bersama Oh Man Suk berhasil membuat ide-ide cerita yang lucu dalam seri drama ini dapat dimengerti dan dinikmati oleh penontonnya. Kelemahan yang dapat saya liat dalam penampilannya adalah mimik yang kosong pada beberapa adegan-adegan emosionalnya.

Oh Man Suk sebagai Kang Taek-Gi

Kang Taek-Gi adalah seorang pekerja kebun anggur yang sangat berkomitmen pada pekerjaannya. Ia merupakan orang memiliki baik hati, jujur, sederhana, dan ahli dalam pekerjaannya, tapi juga keras kepala. Ia sangat menghormati kakek Byung-Dal yang mengurusnya sejak kecil saat orang tuanya meninggal. Walaupun ia memiliki pendidikan yang tinggi, ia tetap bekerja di perkebunan anggur karena sangat perduli pada perkebunan tersebut dan untuk membantu kakek Byung-Dal.

Oh Man Suk memerankan peran Taek-Gi ini dengan baik. Penampilannya sebagai orang desa sebagai pekerja perkebunan anggur tercermin dengan baik dari kostumnya sehari-harinya yang sederhana maupun sikapnya yang terkadang kasar namun baik hati.

Lee Soon Jae sebagai Lee Byung-Dal

Lee Byung-Dal adalah seorang kakek yang tegas dalam perbuatannya namun bukan orang yang terbuka dalam tindakannya. Orang-orang disekelilingnya harus menebak-nebak sendiri apakah tujuan ia melakukan tindakan-tindakan tertentu seperti mengapa ia memberikan kebun anggurnya pada Ji Hyun, sikapnya pada seorang janda dan rival di desanya, serta sikapnya pada orang tua Ji Hyun.

Menurut saya, Lee Soon jae tidak memiliki kesulitan dalam memerankan tokoh ini karena Lee Byung-Dal merupakan tokoh yang cukup kaku tindakannya, sehingga tidak membutuhkan terlalu ekspresi dalam penampilannya. Ia cukup berhasil dalam memerankan tokoh kakek ini.

Kim Ji Suk sebagai Kim Gyung-Min

Kim Gyung-Min adalah seorang dokter di sebuah klinik di desa perkebunan. Diluar itu, ia merupakan “orang kota” yang tidak terbiasa dan tidak berminat untuk menyesuaikan diri terlalu jauh dengan kehidupan desa. Dengan kata lain, gengsi yang dimilikinya cukup tinggi. Menurut saya, sifat tokoh ini memang tidak cocok dengan karakteristik tokoh Ji Hyun.

Kim Ji Suk memerankan tokoh ini dengan cukup baik. Namun, sebagai tokoh dokter yang cukup kaya yang sangat sopan dan berpendidikan, pesona dan ekspesi yang ditonjolkan oleh Kim Ji Suk masih kurang, akibatnya tokoh ini terlihat kurang menarik.

Jeong So-Yeong sebagai Kang Su-jin

Kang Su-jin adalah seorang peneliti di lembaga penelitian. Ia pernah menjalin hubungan dengan Taek-Gi kemudian meninggalkannya. Selanjutnya, ia kembali karena masih memiliki perasaan pada Taek-Gi dan berusaha membuat Taek-Gi menerimanya kembali. Ia pintar, berpikiran terbuka, pengertian, dan pantang menyerah.

Jeong So-Yeong memerankan tokoh ini dengan cukup baik. Namun ekspresinya kepada Taek-Gi ketika berusaha mendapatkan hatinya kembali kurang terlihat karena tokoh ini tidak banyak bicara dan cenderung pendiam.

Komentar Penulis:

The Vineyard Man menyuguhkan plot yang menarik dan penggambaran yang bagus dalam penggarapannya. Penampilan bersama Taek-Gi dan Ji Hyun yang menurut saya serasi membuat drama ini menarik. Selain itu, pemandangan desa yang indah dalam perkebunan anggur dan pegunungannya telihat jelas dalam membuat drama ini semakin menarik untuk ditonton. Selain itu, serial ini cukup hidup karena penggambaran adegan-adegannya tidak sepi dan plotnya tidak terlalu lambat.

Kesimpulan:

The Vineyard Man merupakan drama komedi romantika yang ringan dan menghibur. Anda tidak perlu berfikir untuk menontonnya dan memiliki happy ending, sehingga sangat cocok ditonton jika anda membutuhkan hiburan untuk menghilangkan stres atau mengisi waktu luang. Serial ini tidak cocok untuk anda jika anda mengharapkan tontonan dengan alur problematika yang berat mendalam.

Coffee Prince (Keopi Peurinseu 1 Hojeom)

Kategori: Korea
Sutradara: Lee Yoon-jeong
Penulis: Lee Soon-mi
Produksi: MBC
Durasi: 17 Episode
Tgl. Rilis: 2007
Pemain: Lee Seon-Gyeon, Chae Jung Ahn, Gong Yoo, Yoon Eun-Hye,
Nilai: dari 110 pemilih


Choi Han-kyeol adalah seorang pria sombong yang berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya, ia termasuk pria yang tidak percaya akan cinta dan tidak menginginkan pernikahan terjadi dalam hidupnya.

Sifat pemuda itu sangat kontras dengan Go Eun-chan yang saking tomboynya, orang sering salah mengira dirinya sebagai seorang laki-laki. Ia tipe perempuan pekerja keras karena harus menghidupi ibu dan adiknya, serta mau melakukan segala macam pekerjaan mulai dari menjadi seorang pelayan, pengantar makanan, susu, koran, dan lain-lain.

Pertemuan keduanya terjadi dua kali tanpa sengaja. Yang Pertama saat Eun-chan mengantar makanan ke rumah Han-kyeol dengan memakai helm dan kaos oblong. Mengira gadis itu adalah pria, dengan cueknya Han-kyeol mempersilahkan Eun-chan masuk sementara ia hanya mengenakan sehelai handuk. Bisa ditebak, Eun-chan langsung terbirit-birit keluar dari tempat itu secepat mungkin.

Yang kedua terjadi saat ada pencopetan. Kebetulan Eun-chan mengenal si pencopet yang tiada lain tiada bukan adalah teman adiknya. Mengira Eun-chan adalah komplotan si pencopet, hampir saja kemarahan Han-kyeol meledak.

Cerita bertambah menarik saat tokoh-tokoh selanjutnya muncul. Yang pertama adalah sepupu Han-kyeol bernama Choi Han-seong, seorang produser musik yang cukup sukses, namun gagal dalam kisah asmara. Perempuan yang ia cintai Han Yoo-joo tiba-tiba pergi begitu saja. Kebetulan, perempuan itu pula yang selama 9 tahun secara diam-diam dicintai oleh Han-kyeol.

Dua tahun setelah kejadian, Yoo-joo mendadak kembali ke Seoul dan berusaha keras untuk bisa kembali ke pelukan Han-seong. Namun karena masih sakit hati (ditambah mulai tertarik dengan sosok Eun-chan yang dianggap unik), pria itu menepis keras ajakan sang mantan kekasih.

http://www.koreandrama.com/korean_drama_thumb_1186405385033_thumb.jpg

Sama seperti dengan Han-kyeol, perkenalan Eun-chan dan Han Seong juga penuh kejutan. Setiap pagi, Eun-chan selalu mengantar susu dan mengajak bicara anjing kesayangan pria itu. Perilaku unik tersebut mengundang rasa ingin tahu Han-seong tentang gadis tomboy pengantar susunya.

Sementara itu setelah mendapat ultimatum dari sang nenek, mau tidak mau Han-kyeol harus menangani sebuah kedai kopi yang baru dibeli oleh keluarga mereka. Awalnya Han-kyeol menolak tugas itu namun akhirnya berubah pikiran karena ingin membuktikan kemampuan.

http://www.koreandrama.org/wp-content/uploads/2007/06/coffee-prince.jpg

Demi menarik pelanggan wanita di kedai yang diberi nama Coffee Prince tersebut, Han-kyeol memutuskan untuk mempekerjakan karyawan yang semuanya berjenis kelamin laki-laki. Dasar nasib, Eun-chan yang sedang kesulitan keuangan akhirnya melamar pekerjaan disana.

Karena mengira Eun-chan laki-laki, maka Han-kyeol langsung menerima `pria` itu. Saat ini lah kita bisa menyaksikan banyak kekonyolan, saat Han-kyeol mulai merasakan getar-getar aneh saat berdekatan dengan Eun-chan. Sempat meragukan seksualitasnya sendiri, Han-kyeol bahkan sempat pergi ke psikiater untuk mengetahui apakah dirinya telah berubah menjadi homoseksual.

Demi menjaga harga dirinya, ia pun menghindari Eun-chan. Keruan saja, gadis itu kebingungan dengan perubahan sikap bosnya yang tiba-tiba. Namun pada akhirnya Han-kyeol tak bisa menahan lagi dan ia mencium sang bawahan seperti layaknya laki-laki mencium perempuan. Ia bahkan mengesampingkan harga dirinya dan tak peduli pandangan orang lain yang menganggapnya aneh.

Tidak bisa dipungkiri, serial garapan MBC ini merupakan salah satu melodrama Korea yang paling banyak dibicarakan di tahun 2007 meski pada kenyataannya Coffee Prince alias Keopi Peurinseu 1 Hojeom ‘hanya’ menduduki peringkat tertingginya di posisi kedua untuk urusan rating sepanjang pemutaran.

Uniknya, kasus serupa juga sempat dialami Goong alias Princess Hours setahun sebelumnya. Kebetulan, keduanya sama-sama dibintangi oleh Yoon Eun-hye yang aktingnya disebut mengalami kemajuan pesat. Bahkan untuk perannya kali ini, aktris yang mantan personil BabyVOX itu sampai nekat membabat rambut panjangnya.

Sama seperti serial Korea lainnya, tidak lengkap membicarakan Coffee Prince tanpa menyebut deretan aktor yang tampil. Sudah tentu, nama pertama yang diingat adalah Gong Yoo yang tampil dingin. Selain itu, tidak ketinggalan Lee Seon-gyoon dan Chae Jeong-ahn yang mampu memanaskan konflik yang terjadi.

Coffee Prince terasa makin lengkap dengan deretan lagu apik yang mewarnai serial berdurasi 17 episode itu, sebut saja mulai dari The Melody dengan Goodbye hingga Kopi Hanchan Ottae yang disuarakan oleh Humming Urban Stereo featuring Yojo.

Meski akhir cerita drama romantis ini sudah bisa diperkirakan, ditambah cerita yang sedikit bertele-tele di bagian akhir, namun bagi penggemar melodrama Korea khususnya yang ingin melihat sekuat apa chemistry antara dua pemeran utamanya, Coffee Prince pantang untuk dilewatkan.

My Fair Lady

Drama yang awalnya di rencanakan berjudul “Lady Castel” kemudian berganti judul menjadi “Take Care of the Young Lady” namun karena dipikir terlalu kepanjangan kemudian di ganti lagi menjadi “My Fair Lady” yang juga merupakan kembalinya Yoon Eun Hye setelah cukup lama “cuti” dari series tv setelah drama seriesnya bersama Gong YooCoffee Prince”.

Kang Hye Na tinggal bersama kakeknya setelah kedua orang tuanya meninggal di rumah yang menurut gw udah kayak istana saking gedenya. Terbiasa di manja oleh sang kakek membuat Hye Na menjadi cewek yang keras kepala, egois ,selalu memandang rendah orang lain dan suka seenaknya sendiri karena hidupnya yang bergelimang kekayaan Hye Na menjadi gadis yang nggak pernah peduli dengan perasaan orang lain bahkan hanya gara2 penata busananya tidak sengaja menarik satu helai rambutnya Hye Na tega memecat nya, dan tidak ada personal butler yang bertahan lebih dari 1 minggu karena selalu di pecat Hey Na karena masalah yang sepele.

Sampe suatu hari ini Hye Na harus menjalani hukuman pelayanan sosial 150 jam dan ini jelas bencana besar bagi Hye Nam, karena menabrakan mobilnya pada mobil box milik Seo Dong Chan seorang pemilik kios bunga tidak terima dengan perlakuan gadis itu walaupun pengacara Hye Na bersedia mengganti rugi 50 juta won namun Dong Chan menolak dan hakim memutuska kalo Hye Na harus menjalaninya hukumannya di panti asuhan anak2 dan terbiasa dilayani di tempat penitipan anak Hye Na harus melayani mulai dari harus mencuci baju, piring bahkan sampe memberi makan ternak.

Setelah menyelesaikan hukumannya Hye Na tidak melepaskan begitu saja Dong Chan orang yang telah membuat hidupnya menjadi sengsara dan pura2 di culik oleh Dong Chan yang saat itu berprofesi sebagai supir pengganti dan Hye Na menggunakan jasa Dong Chan dengan tujuan untuk balas dendam di dalam mobil Hye Na berteriak2 seolah-olah Dong Chan telah menculiknya dengan bantuan Trio Musketeer alias 3 butler setianya yang melaporkan ke polisi Dong Chan pun di jebloskan di penjara meskipun Dong Chan bahwa itu hanya akal-akalan Hye Na yang pura2 di culik namun untungnya kabar tentang Dong Chan sampe ketelinga kakek Hye Na yang meminta Dong Chan di bebaskan dan menganggap tidak pernah terjadi apa-apa.

Dong Chan yang tidak terima dengan perlakuan Hye Na mendatangi rumah gadis itu dan lagi-lagi harus berhadapan dengan trio musketeers dan ketika sedang bersembunyi dikebun bertemu dengan kakek Hye Na dan Dong Chan yang tidak tau siapa lelaki tua itu mengatakan kalo harus ada seseorang yang mengajari Hye Na untuk lebih menghargai orang lain dan kalau Hye Na jadi adiknya dia pasti sudah mematahkan kaki Hye Na jelas aja Kakek Hye Na marah dan menunjukan tempat persembunyian Dong Chan pada trio musketeers yang sedang mencarinya dan waktu 3 butler itu memanggil presiden barulah Dong Chan sadar pada siapa dia bicara barusan.

Hye Na yang marah karena sang kakek selalu berusaha menjodohkan dengan memutuskan untuk pergi ke New York dan ketika di bandara bertemu dengan Dong Chan yang langsung menggendongnya dan mengikat tangannya dan langsung memasukannya kedalam mobil tanpa Hye Na mau di bawa kemana dan Hye Na kaget banget waktu Dong Chan membawanya kembali kerumahnya dan memperkenalkan dirinya sebagai pelayan pribadinya yang baru dan tanpa persetujuan sang kakek Hye Na tidak bisa memecat Dong Chan seperti yang selama ini dilakukannya pada butler2 sebelumnya.

Jelas aja Hye Na sewot dan mencari akal gimana caranya supaya Dong Chan dengan sukarela mengundurkan diri jadi personal pribadinya, dan mulailah Hye Na ngerjain Dong Chan mulai dari mengambil pesananan bajunya yang bejibun di butik sendirian sampe harus menyiapkan menu makan malam untuk perjamuan karena Kakek Hye Na mengundang keluarga pamannya untuk makan malam dirumah dan tidak boleh satupun orang yang membantu Dong Chan. Jelas banget Dong Chan panik namun tidak kehilangan akal dengan meminta pertolongan pada kenalanya untuk membantu dan lagi2 Hye Na harus gigit jari karena gagal ngerjain Dong Chan.

Nggak ada orang yang tau kenapa Hye Na sepertinya asyik dengan dunianya sendiri bahkan dia tidak mau membantu sang Kakek di perusahannya karena dia pernah patah hati di tinggalkan oleh kekasihnya dan ketika sedang berkuda dia bertemu dengan orang yang mirip dengan mantan kekasihnya dan berusaha mengejar dengan kuda namun ketika bertemu Hye Na harus kecewa karena orang itu hanya mirip dan untuk pertama kali Dong Chan ngeliat Hye Na yang sesungguhnya yang ternyata bisa nangis juga.

Dan lagi2 sang kakek mengadakan acara perjodohan dan lagi Hye Na menentang acara perjodohan itu dan ketika Dong Chan memohon dengan sangat agar Hye Na datang ke acara demi menghargai kakeknya namun Hye Na menolak bahkan mencoba untuk memukul Dong Chan namun tiba2 ada tangan yang menangkapnya yang ternyata adalah tangan cowok yang ditemuinya di tempatnya latihan kuda tempo hari. Dan waktu Dong Chan meminta cowok itu ngelepasin tangannya Hye Na cowok itu malah balik nanya apa hubungan Dong Chan dengan Hye Na dengan nada sedikit bangga Dong Chan mengatakan kalo dia adalah pelayan pribadi Hye Na dan kamu sendiri siapa kata Dong Chan..dengan cool cowok itu mengatakan kalo dia adalah orang yang akan di jodohkan dengan Hye Na jelas Dong Chan TKO wkwkwk.

Hye Na mendapat undangan dari sepupunya Kang Su Ah untuk menghadiri acara party peluncuran koleksi terbaru perusahaan mereka emang pada dasarnya udah kayak Tom dan Jerry yang selalu berantem tiap kali bertemu karena Soo Ah selalu kalah bersaing dengan Hye Na, dan adek Soo Ah yang selalu mengidolakan Hye Na, Kang Soo Min padahal masih kecil banget tapi gayanya udah kayak orang dewasa dan diingin suatu hari nanti Hye Na menjadi kekasihnya uheheheh.

Ternyata Dong Chan punya tujuan udang di balik bakwan dengan menerima pekerjaan sebagai personal butlernya Hye Na, dia mempunyai hutang yang tidak sedikit pada rentenir dan dia bermaksud membuat Hye Na jatuh cinta padanya dengan melakukan hal-hal yang konyol termasuk dengan berpura2 menjadi pahlawan ketika 3 preman ingin menculik Hye Na, dengan membayar preman yang akan berpura2 menculik Hye Na namun ternyata 3 preman itu salah culik yang ada malah menculik Soo Ah yang sama2 make baju merah dan Dong Chan harus berhadapan dengan preman asli yang benar2 yang mau menculik Hye Na atas suruhan orang yang pernah di pukul babak belur oleh Hye Na jelas aja Dong Chan kelabakan melawan 3 orang preman yang badannya gede2 itu namun untungnya tiba2 the real handsome Hero datang yang membantu Dong Chan menyelamatkan Hye Na orang yang sama yang mau di jodohkan oleh Hye Na namun baru kali ini ada cowok yang menolak Hye Na yaitu Lee Tae Yoon seorang yang berprofesi sebagai pengacara di sebuah LBH.

Merasa hutang budi Hye Na bermaksud membalas kebaikan Tae Yoon dengan membelikan beberapa kemeja untuk Tae Yoon dengan mencocokannya pada Dong Chan yang berpikir kalo Hye Na akan membelikan baju2 itu untuknya untuk membalas “perjuangannya” mengalahkan 3 preman yang mau menculik Hye Na.

Namun sayangnya Tae Yoon menolak hadiah dari Hye Na dan mengembalikannya pada gadis itu karena berpikir Hye Na sama dengan gadis2 dari anak keluarga kaya lainnya dan dia sama sekali tidak menyukai uang karena baginya kekuatan uang itu sangat menakutkan menginggat pengalaman masa kecilnya ketika di sekolah.

Kakek Hye Na sangat marah waktu membaca surat kabar yang mengatakan kalo Hye Na menyetujui petisi yang menentang pengurangan pegawai di Yu Sang Group Company, perusahaan milik kakek Hye Na, jelas aja Hye Na bingung karena dia ngerasa nggak pernah menandatangani apapun sampe akhirnya dia inget kalo pada saat di kantornya Tae Yoon, temen kantornya Tae Yoon pernah memintanya untuk menandatangani sebuah kertas tanpa dia tau isinya apa.

Di kantor Tae Yoon marah pada rekan kerjanya karena melibatkan Hye Na dalam surat petisi itu, dan meminta Soo Ho meralat berita yang sudah beredar di surat kabar belum lagi tiba2 kakaknya datang marah2 karena gara2 berita di surat kabar menyebabkan Grup Kang San membatalkan rencana kerjasama dengan keluarganya dan tiba2 saja Hye Na menginterupsi pertengkaran mereka dan Tae Yoon langsung menumpahkan amarahnya pada gadis itu dan mengatakan kalo apa Hye Na menyukai dirinya karena Hye Na selalu muncul di hadapannya perlakuan kasar Tae Yoon membuat Dong Chan yang tiba2 muncul marah dan meminta Tae Yoon jangan pernah menyentuh Hye Na lagi.

Dan gara2 kejadian di kantor Tae Yoon, penyakit marah-marah Hye Na kambuh dan sasarannya siapa lagi kalo bukan Dong Chan namun hal itu tidak berlangsung lama karena Tae Yoon kemudian minta maaf karena telah bertindak di luar batas bahkan dia menjadi pengacara Hye Na ketika Hye Na lagi memukul orang yang dulu membayar preman untuk menculik dirinya.

Perlahan – lahan hubungan Tae Yoon dan Hye Na semakin dekat dan lagi2 Hye Na harus bersaing dengan Soo Ah yang ternyata juga tertarik pada Tae Yoon dan orang yang bingung dengan 2 perempuan itu adalah Dong Chan dan juga orang yang telah dianggap adiknya sendiri Yeo Eui Joo yang bekerja sebagai assistennya Soo Ah sebagai desainer sepatu di perusahaan kakeknya Hye Na.

Ternyata kedekatan Hye Na dan Tae Yoon ditentang oleh kakeknya karena berpikir kalo cowok itu Cuma memanfaatkan Hye Na doang dan bahkan membuat petisi untuk menentang perusahaan milik ayahnya, dengan bantuan Dong Chan kemudian Hye Na melarikan diri dari rumah dengan tujuan agar sang kakek menyetujui hubungannya dengan Tae Yoon dan ketika orang sibuk mencari Hye Na, Dong Chan pura2 tidak tau padahal Hye Na menginap tempat bibinya namun akhirnya kakeknya menyetujui kalo benar2 Hye Na menyukai Tae Yoon tapi dengan satu syarat Hye Na harus mulai datang ke kantor mereka.dan hanya menyetujui namun di kantor Hye Na tidak bekerja dan waktu dia tanya sama Dong Chan kenapa dia tidak bekerja Hye Na hanya menjawab kalo dia setuju untuk datang ke kantor dan bukan setuju untuk bekerja heheh

Demi memikat hati Tae Yon ,Hye Na tidak tanggung2 membantu Tae Yoon, bahkan dia menyumbang 100 juta won bahkan rela naik kendaraan umum demi menarik perhatian Tae Yoon.. satu hal yang belum pernah dilakukannya seumur hidup !! Pada project amal yang sedang dikerjakan oleh Tae Yoon dan atas jasa baik Hye Na itu Tae Yoon mengundangnya untuk menghadiri acara amal untuk anak-anak yang kelaparan namun atas saran Dong Chan yang bertindak sebagai penasihat cintanya dia meminta Hye Na untuk menolak undangan namun Hye Na tetap menghadiri acara itu.

Dan perlahan-lahan hubungan Hye Na dan Tae Yoon semakin dekat bahkan dia meminta Hye Na untuk ikut ke perkebunan apel tempat temannya namun sayangnya kemudian Tae Yoon mengabarkan kalo dia tidak bisa segera datang jelaslah Hye Na kecewa namun kemudian Dong Chan kembali menghiburnya bahkan marah kepada Tae Yoon karena telah membatalkan janjinya begitu saja.

Namun ternyata keesokan paginya Tae Yoon datang dan pada saat yang bersamaan Hye Na kaget karena Dong Chan juga tidur di kamarnya karena takut Tae Yoon berpikiran tidak2 Hye Na menyuruh butlernya itu sembunyi di lemari namun tiba2 pintu kamarnya terbuka dengan posisi dia sedang menutupi Dong Chan dan yang membuka pintu kamarnya adalah Soo Ah yang tiba2 memutuskan ikut ke perkebunan karena tau Tae Yoon juga ke sana.

Ngeliat hal ini ekspersi muka Tae Yoon langsung berubah dingin dan Soo Ah tidak menyia2kan kesempatan untuk menjatuhkan reputasi Hye Na di mata Tae Yoon. Walaupun Hye Na sudah berusah menjelaskan keadaan yang sebenarnya pada Tae Yoo cowok nggak mau bicara dengan Hye Na padahal gadis itu sudah berusaha mencairkan suasana ngeliat Agesshi nya dicuekin gitu aja sama Tae Yoon, Dong Chan marah banget namun yang ada Hye Na balik marah sama Dong Chan dan ngeliat abangnya di perlakukan semena2 oleh Hye Na, Eui Joo jelas nggak terima dan ngelabrak balik Hye Na bahkan mereka berdua pake acara jambak2an sampe harus dipisahkan oleh Dong Chan dan Tae Yoon.

Hye Na tiba2 menghilang jelas Dong Chan kelabakan gitu juga dengan Tae Yoon, dan dengan panik Dong Chan mencari nona besarnya itu dan ketika di bukit Tae yoon menemukan Hye Na duduk sendirian memarahi Hye Na dan kemudian memeluk Hye Na mejelaskan kenapa sikapnya berubah dan dari jauh Dong Chan hanya bisa ngeliat Agasshinya itu bersama pria yang di sukainya

Dan sepertinya Dong Chan perlahan-lahan sudah jatuh cinta pada nona besarnya itu namun dia berusaha menyembunyikan perasaanya itu dan berusaha untuk membantu hubungan Hye Na dengan Tae Yoon dan atas saran dari Hye Na yang meminta Tae Yoon untuk menemui kakeknya di penuhi oleh Tae Yoon dan ketika kakek Hye Na memintanya memilih antara Hye Na dan profesinya sebagai pengacara HAM mana yang akan dia pilih dengan meyakinkan Tae Yoon mengatakan kalau dia tidak bisa memilih keduanya namun dia berjanji akan menjaga Hye Na.

Semakin hari hubungan Hye Na dan Tae Yoon membuat perasaan Dong Chan semakin tidak menentu namun dia selalu berada disamping Aeghassinya itu membantunya ketika dia kesal dan Hye Na secara nggak langsung menjadi tergantung dengan kehadiran Dong Chan. Tidak bisa menyembunyikan perasaanya lagi Dong Chan memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pelayan pribadi Hye Na dan membuat Hye Na sangat kecewa dan Dong Chan tidak lagi memanggil dengan sebutan Aegasshi tetapi langsung memanggil nama pada Hye Na.

Kakek Hye Na dilarikan ke RS karena kena serangan jantung setelah bertengkar dengan Hye Na yang menandatangani document tanpa membacanya terlebih dahulu dan ternyata document itu berkaitan dengan shopping mall yang mau ditutup akan di buka kembali sehingga menyebabkan perusahaan rugi besar . Setelah melihat kondisi kakeknya Hye Na yang harus berobat keluar negeri Dong Chan memutuskan untuk kembali menjadi pelayan pribadi Hye Na walaupun ditentang oleh Eui Joo yang sudah sejak lama menyukai orang yang sudah seperti abangnya sendiri itu.

Tapi ternyata bukan hanya Dong Chan yang cemburu ngeliat hubungan Hye Na dan Tae Yoon karena sesungguhnya Tae Woon sendiri keliatan cemburu ngeliat gimana cara Dong Chan memperlakukan Hye Na.

Di kantor Hye Na ngeliat 3 orang yang pernah muncul dirumahnya yang mengaku sebagai temannya Dong Chan dan ketika Soo Ah muncul ke3 orang itu ketakutan karena Soo Ah mengenali mereka yang hampir menculiknya beberapa waktu yang lalu karena terdesak akhirnya salah satu dari preman itu mengaku kalo semua itu adalah ide Dong Chan

Hye Na sangat marah pada Dong Chan namun tidak menjelaskan kalau dia telah tau semuanya hanya saja Hye Na kembali menjadi gadis pemarah mungkin rasa kecewa Hye Na lebih besar daripada rasa marahnya karena dia sangat mempercayai Dong Chan tapi cowok itu telah membuatnya sangat kecewa namun dia berusaha untuk tetap mempercayai Dong Chan.

Bahkan kemudian Hye Na diam-diam membantu Dong Chan melunasi hutang2nya dan menjeblokan preman2 itu ke penjara. Malamnya ketika Hye Na bertemu dengan Dong Chan dia mengukapkan kalau dia sudah tau semuanya termasuk profesi Dong chan sebelumnya sebagai gigolo hmmm dan juga janjinya untuk memberikan 100 juta won pada 3 preman itu kalau dia berhasil mendapatkan Hye Na dengan berpura2 menjadi pelayan pribadinya, dengan berderai air mata Hye Na kemudian memecat Dong Chan namun dia tetap memutuskan tetap disisi Hye Na sampe kakeknya kembali.

Namun sikap Hye Na sudah berubah menjadi dingin dan curiga dengan niat baik Dong Chan bahkan Hye Na mendatangi klub tempat Dong Chan bekerja sebelumnya menjadi gigolo dan meminta Dong Chan menemuinya disana.

Setelah kejadian malam itu di klub di tambah lagi penjelasan dari Eui Joo hal yang melatar belakangi Dong Chan menjalani profesi itu sikap Hye Na kembali sedikit lebih hangat dan bahkan mereka memulai kembali semuanya dari awal termasuk bersalaman dan berkenalan sebagai lazimnya orang pertama kali bertemu.

Sama halnya dengan Tae Yoon yang mulai cemburu dengan kedekatan Hye Na dengan pelayananya itu karena selalu melibatkan Dong Chan di setiap hal yang mereka lakukan dari bermain sepeda makan yang dibuat oleh Hye Na pun atas bantuan Dong Chan membuat perasaan Tae Yoon kurang nyaman gitu juga dengan Eui Joo yang tidak bisa menutupi lagi perasaanya bahkan dengan berani mencium Dong Chan.

Dan pada hari penunjukan Hye Na sebagai ahli waris Eui Joo yang tidak bisa menahan cemburu menceritakan semuanya pada Tae Yoon termasuk kalau Dong Chan yang suka pada Hye Na dan Tae Yoon tidak bisa menahan emosinya memukul Hye Na dan ketika mengantar Hye Na dalam perjalanan pulang Tae Yoon mengajak Hye Na untuk menikah.

Dong Chan menemui Tae Yoon dan mengukapkan keinginan untuk berhenti jadi pelayan pribadi Hye Na dengan dingin Tae Yoon bertanya kapan Dong Chan akan melakukannya.

Ditinggalkan oleh Dong Chan membuat Hye Na seolah2 kehilangan pegangan termasuk ketika dia
membuat kesalahan fatal dengan menjanjikan kenaikan 15 % perbulan pada penjualan online di perusahaan namun hal itu ternyata tidak mudah demi memenuhi targetnya Hye Na berbuat curang dengan membeli sendiri barang2nya itu dan kakeknya yang tidak tau perbuatan curang Hye Na bangga banget karena cucunya berhasil meningkatkan penjualan menjadi 15% dan Hye Na Cuma bisa tersenyum ketika sang kakek memujinya.

Tae Yoon mencoba melamar Hye Na namun di tolak secara halus oleh Hye Na. Curiga dengan pesatnya penjualan online membuat Soo Ah curiga dan bersama ayahnya berhasil membongkar kecurangan Hye Na membuat sang kakek sangat kecewa dan mengusir Hye Na dari rumahnya dan orang yang pertama kali tau Hye Na di usir dari rumah adalah Dong Chan dan kemudian mengajak Hye Na untuk menemui Tae Yoon yang masih marah karena Hye Na menolak lamarannya dan tambah marah lagi ketika tau orang yang pertama kali mengetahui Hye Na di usir dari rumah adalah Dong Chan bukan dirinya sebagai pacarnya

Dari kepala pelayan, Dong Chan tahu alasan kakek Hey Na mengusir cucunya itu karena hidupnya tidak akan lama lagi dan dia ingin Hye Na menjadi gadis yang tangguh.

Trus gimana nasib Hye Na setelah di usir dari rumah keluar dari hidupnya ya bagaikan putri raja dan juga hubungannya dengan Tae Yoon apakah dia benar cinta sejatinya Hye Na atau jangan2 pria yang selama ini menjadi pelayan pribadinya!?????

Sebenarnya ni drama lumayan bagus ceritanya walaupun ada beberapa scene yang gw pake jurus FF tapi nggak tau kenapa di korea ratingnya nggak terlalu bagus mungkin karena di episode2 awal jalan cerita sedikit lambat dan emang pada awalnya gw nggak terlalu suka ngeliat dandanan Yoon Eun Hye disini yang terlalu menor dan belum lagi pakaian yang dipake yang menurut gw tlalu berlebihan walaupun sekedar untuk menunjukan kelasnya sebagai seorang nona besar ada beberpa busana yang menurut gw gak di pake pada tempatnya dan soal actingnya sih menurut gw nggak terlalu jelek2 banget dibandingin dua serial terdahulunya yang booming abis Goong dan Coffee Prince.

Chemistry antara Yoon Eun Hye dan Yoon Sang Hyun sebenarnya dapet banget tapi nggak tau hati gw nggak terlalu bergetar sama ahjussi yang saru ini nggak sepertin biasanaya kalo nonton drama yang lead actornya udah berkategori ahjussi tapi walaupun nggak cakep2 banget Yoon Sang Hyun bermain bagus menurut gw .

Dan acting Moon Chaw Won yang beda banget disini yang lebih ceria, cuek dan perhatian banget sama Dong Chan yang beda banget sama perannya di Shinning Inheritance yang cenderung mellow

Dan gara2 drama ini penyakit pedofil gw kambuh gara2 ada lagi dongsae yang senyumnya bener2 bikin gw sesak napas lebay mode on* dan walaupun termasuk baru ( dia satu angkatan sama Lee Min Ho dan Kim Bum bahkan dari artikel yang pernah gw baca sebelum Lee Min Ho terkenal gara-gara Boys Before Flowers kalau mereka sedang hang out berdua orang yang dimintai tanda tangan pertama kali adalah Jung Il Woo namun ketika BOF meledak hal sebaliknya terjadi ) di MFL actingya lumayan bisa mengimbangi dua seniornya itu

Satu lagi orang yang membuat gw jatuh cinta adalah Wang Suk Hyun yang berperan sebagai sepupunya Hye Na, Kang Soo Min nih bocah bener adorable actingnya bikin gw ketawa sendiri dengan gayanya yang sok dewasa banget dan juga cool gimana dia segitu mengidolakan Hye Na bahkan kelak ingin Hye Na menikah dengannya dan selalu ngebelain Hye Na di depan keluarganya sendiri terutama sekali kakaknya yang juga musuh abadi Hye Na yaitu Soo AH

Over all drama yang satu ini cukup menghibur koq, So buat yang suka Yoon Eun Hye dan kangen sama actingnya nggak rugi kok di tonton apalagi ada bonus bisa ngeliatan smilling killer punyanya Jung Il Woo

source : lautanindonesia.com, dramalovers-dramakorea.blogspot.com, serialasia.com

Tags Categories: Yoon Eun Hye Posted By: gustavbernuar
Last Edit: 28 Dec 2009 @ 10 49 PM

E-mailPermalinkComments (0)

\/ More Options ...
Change Theme...
  • Users » 1
  • Posts/Pages » 144
  • Comments » 16
Change Theme...
  • VoidVoid
  • LifeLife « Default
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LiteLight