



Rossi dengan replika motor Yamaha yang akan dipakainya balapan di musim ini. Ada slogan berbahasa Indonesia di bagian belakang motornya: "Semakin di Depan".

Pencantuman slogan 'Semakin di Depan' merupakan penghargaan untuk Yamaha Indonesia yang sukses membuat motor-motor Yamaha laris di Indonesia.
‘Horas, Rossi!’
Andi Abdullah Sururi - detiksport
Medan - Karpet merah dan tari-tarian tradisional menyambut Valentino Rossi di Medan. Sang juara dunia MotoGP bak pahlawan yang dielu-elukan kehadirannya. “Horas!” sapa Rossi di atas panggung. “Horas, Rossi!”
Hari Minggu 28 Februari 2010 menjadi istimewa untuk warga kota Medan khususnya para penggemar olahraga balap motor. Rossi, pengoleksi sembilan gelar juara dunia di ajang grand prix motor — enam di kelas MotoGP — , hadir sebagai tamu spesial Yamaha, yang sedang berbunga-bunga karena musim ini slogan berbahasa Indonesia “Semakin di Depan” menempel di jersey dan bagian belakang motor yang dipakai Rossi (dan Jorge Lorenzo) sepanjang kompetisi tahun 2010.
Ini adalah kali ketiga Rossi bertandang ke Indonesia. Yang pertama ketika ia masih bermain di kelas 125cc dan melakoni balapan di Sirkuit Sentul di tahun 1996. Yang kedua terjadi pada awal Februari 2009 untuk mengadakan jumpa fans di Jakarta, juga atas sponsor Yamaha.
“Selalu menyenangkan bisa bertemu penggemar di sini, di Indonesia. Saya merasa mendapat begitu banyak dukungan. Sayangnya kita bertemu ketika saya tidak sedang bekerja (membalap–Red). Mudah-mudahan lain waktu saya bisa datang ke sini untuk bekerja (pada sebuah balapan),” tutur pria asal Urbino, Italia, tersebut.
Gaya Rossi yang santai dan menghibur memang cukup kentara dalam kunjungannya di Medan. Walaupun masih dalam keadaan lelah karena sehabis mengikuti sesi ujicoba di Sepang, Malaysia — Rossi mendarat di Medan pada Sabtu malam — ia tampak berusaha terlihat menyenangkan.
Pada pemunculan pertamanya di depan publik di Grand Aston, Rossi langsung menciptakan derai tawa hadirin. Pada acara jumpa pers, seorang wartawan menyodorkan empat pertanyaan sekaligus. Dan kalimat pertama yang keluar dari mulut sang bintang adalah, “Maaf, saya lupa pertanyaan pertama Anda.”
Tentu saja Rossi mengatakan itu dengan maksud bercanda, karena ia kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Dalam pertemuannya dengan jurnalis ia mengungkapkan banyak hal mulai dari persiapannya menghadapi musim ini sampai hal-hal di luar balapan.
Sesi berikutnya adalah jumpa fans dengan orang-orang yang telah diseleksi pihak panitia (YMKI). Rossi muncul dengan penuh gaya. Setelah pembawa acara memperkenalkan dirinya, ia muncul dari balik layar panggung, dengan menaiki sepeda motor Yamaha, dengan lampu depan menyala. Ratusan penonton langsung melupakan tempat duduknya untuk merapat ke pinggir panggung, supaya bisa lebih dekat dengan atlet pujaannya.
Di situ Rossi meladeni langsung pertanyaan dari para penggemar. “Karena saya orang Italia, saya paling suka pasta,” tukas dia saat ditanya seorang peserta tentang makanan favoritnya.
Lalu ada pertanyaan lain, tipe wanita seperti apa yang ia dambakan. Rossi tidak menjawab dengan kata-kata melainkan dengan menunjukkan jari telunjuknya ke arah seorang penonton wanita. Suasana pun heboh lagi oleh teriakan-teriakan histeris penonton, tak ubahnya sedang menonton konser musik.
Seorang penonton bertanya, “Kapan Anda akan memakai kostum Italia lagi, seperti waktu Anda memakai baju (Marco) Materazzi di final Piala Dunia 2006?” Rossi menjawab, “Kalau Italia juara dunia lagi. Tapi sepertinya kali ini sulit.” Nah lho!
Masih soal sepakbola, Rossi ditanya siapa pemain favorit di tim favoritnya, Inter Milan. “Semua pemain Inter saya suka. Misalnya Mario Balotelli dan Diego Milito. Saya belum pernah bertemu Balotelli, tapi saya rasa dia pemain yang bagus.”
Acara kemudian dilanjutkan dengan kunjungan Rossi ke Sentral Yamaha Medan di Jl. Adam Malik No. 30. Ratusan orang yang menantinya dengan tidak sabar akhirnya bisa melihat sang bintang sekitar jam 2 siang. Layaknya pejabat atau orang penting, panitia menyiapkan karpet merah untuk dilalui Rossi.
Begitu Rossi datang, enam anak-anak berpakaian adat menyambutnya dengan tarian. Selembar kain ulos khas Sumatera Utara, yang di bagian belakangnya dituliskan nomor 46, dikenakan kepada dia. Begitu didaulat naik ke podium, sambil menebar senyum Rossi pun melambai-lambaikan tangannya kepada penonton. “Rossi, Rossi, Rossi … ” warga pun meneriakkan namanya.
“Ini luar biasa. Kami sangat senang dengan sambutan orang Indonesia. Mereka masyarakat yang menyenangkan. Kami tidak menyangka sambutan buat Rossi sebegitunya hebatnya di sini,” tutur manajer tim Fiat Yamaha dan Rossi, Davide Brivio, kepada detiksport.
Setelah melihat isi kantor dealer Yamaha, terakhir Rossi naik ke panggung yang telah disiapkan panitia. Ia memberi kenang-kenangan kepada empat anak yatim piatu perwakilan dari empat agama. Lalu ia memberi pidato singkat, yang didahului dengan salam khas Medan, “Horas!” Penonton pun membalasnya dengan seruan yang sama penuh semangat: “Horas, Rossi!”
Rossi mengatakan dirinya sangat senang bisa datang ke Indonesia lagi dan berterima kasih atas segala sambutan yang ia terima. Hari itu juga Rossi meninggalkan Medan untuk mengunjungi satu lagi kota di tanah air, di mana ia akan bertemu fansnya di Surabaya pada hari Senin (1/3/2010). ( a2s / krs )
Rossi Menyapa Surabaya
Rois Jajeli - detiksport

Surabaya - Surabaya kedatangan tamu istimewa, yakni juara dunia tujuh kali MotoGP, Valentino Rossi. Di ‘Kota Pahlawan’, pembalap asal Italia itu akan melakukan beberapa kegiatan.
Rossi datang ke Surabaya pada Senin (1/3/2010) dengan diundang oleh Yamaha. Rossi akan meluncurkan slogan ‘Semakin di Depan’, slogan Yamaha Indonesia, yang akan dipasang di ekor motor YZR M1 di MotoGP serta di lengan baju Rossi dan Jorge Lorenzo.
Peluncuran slogan ‘Semakin di Depan’ akan dilakukan Rossi siang ini di DBL Arena, Jalan Ahmad Yani Surabaya.
“Saya sudah dua kali ke Indonesia bersama dengan Yamaha. Ini kejutan yang luar biasa,” sambut Rossi dalam acara jumpa pers di Hotel JW Marriott Surabaya.
“Saya senang dan bangga berada di Indonesia. Apalagi jadi duta Yamaha. Saya senang ada tulisan berbahasa Indonesia di motor saya. Semakin di depan, yang lain di belakang,” imbuh Rossi berseloroh.
Selain Rossi, turut hadir dalam acara itu adalah Presdir Yamaha Motor Kencana Indonesia Dyonisius Beti, GM Yamaha Motor Company Masaro Kurusawa, serta manajer Rossi di Fiat Yamaha Davide Brivio.
Dalam acara jumpa pers tersebut, Rossi berpose di atas motor Jupiter MX, motor produksi YMKI yang memakai Rossi sebagai ikonnya.
“Bergabung dengan Yamaha itu fantastis,” kata Rossi yang telah membela tim ‘Garpu Tala’ sejak tahun 2004. “Hubungan baik dengan tim merupakan faktor utama dalam mendapatkan hasil terbaik.”( arp / key )
Lorenzo Untouchable
Arya Perdhana - detiksport
Bandung - Untuk kali keempat, Jorge Lorenzo berkunjung ke Indonesia. Untuk kunjungan terakhirnya di Bandung, Lorenzo benar-benar untouchable, alias tak bisa disentuh. Secara harfiah.
Lorenzo hadir di Bandung, Sabtu (27/2/2010) dan Minggu (28/2), atas undangan Yamaha dalam acara ‘Bangga Indonesia Semakin di Depan’. Di Kota Kembang, pembalap Spanyol itu melakukan serangkaian kegiatan.
Sejak awal, yakni ketika Lorenzo mengikuti jumpa pers di Hotel Hilton, Sabtu (27/2), ketatnya penjagaan buat Lorenzo sudah terasa. Tidak cuma bisa mendekat secara fisik, wartawan pun diminta untuk tidak bertanya soal persaingan Lorenzo dengan rekan setimnya, Valentino Rossi.
Ketatnya penjagaan kepada Lorenzo kian terasa saat acara gala dinner di tempat yang sama pada malam hari. Sekitar 500-an orang yang terdiri dari pelanggan, dealer, dan pihak-pihak lain, harus rela menjaga jarak dengan Lorenzo.
Kesempatan untuk berfoto dengan Lorenzo dilakukan berombongan. Para peserta gala dinner sejak awal diperingatkan untuk tidak menyentuh Lorenzo, terutama di bahu, lengan atau tangan, karena cedera yang masih membelit pembalap 22 tahun itu.
Setiap seusai dua shot foto, Lorenzo langsung digiring pihak keamanan. Ada sekitar enam anggota satuan keamanan yang memagari Lorenzo. Sementara para peserta gala dinner dipersilakan untuk mengambil hidangan masing-masing.
Hal ini sempat mengundang kekecewaan Icha, Agung dan Vicky, tiga orang peserta yang berasal dari SMK Wirakarya 1 Ciparay dan SMK Pasundan 1 Bandung.
“Kami kecewa nggak bisa berdekat-dekat dengan Lorenzo,” ujar Icha saat berbincang dengan detiksport. Kalimat Icha dibenarkan oleh kedua rekannya.
“Kami diminta untuk jaga jarak, tidak boleh menyentuh atau salaman. Foto juga nggak bisa berdua saja, harus ramai-ramai,” imbuh Icha yang terpilih mengikuti gala dinner setelah sukses menggelar pentas seni (pensi) di sekolahnya dengan disponsori Yamaha.
Dari pengamatan detiksport, penjagaan terhadap Lorenzo memang sangat ketat. Keinginan untuk mencegah insiden yang bisa memperparah cedera Lorenzo memang bisa dimengerti, tapi tidak dapat dibiarkannya fans berinteraksi dengan sang idola patut disayangkan.
Sebagai pembanding, penjagaan yang dilakukan terhadap manajer Arsenal, Arsene Wenger, saat berkunjung ke Kuala Lumpur tahun lalu, jauh kalah ketat.
Beberapa waktu lalu, kunjungan Valentino Rossi ke Jakarta pun melahirkan kekecewaan penggemar, juga akibat penjagaan yang sangat ketat.
Meski sempat kecewa, Icha, Agung dan Vicky pada akhirnya dapat tersenyum lebar karena di hari terakhir mereka berkesempatan berdekatan dengan Lorenzo meski lagi-lagi bersama belasan peserta lain yang terpilih.
Belasan penggemar yang beruntung tersebut mendapatkan helm spesial dengan tanda tangan Lorenzo di atasnya.( arp / a2s )
Lorenzo Ucap Salam dengan Bahasa Jawa
Narayana Mahendra Prastya - detiksport
Yogyakarta - Jorge Lorenzo membuat kejutan kecil saat berkunjung ke Yogyakarta. Sebuah salam pembuka dalam bahasa Jawa diucapkan pembalap Spanyol itu untuk menyapa wartawan.
Lorenzo hadir dalam acara jumpa pers dalam rangkaian acara ‘Halo Indonesia Semakin di Depan’ yang digelar Yamaha di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta, Senin (1/3/2010).
Lorenzo memiliki cara yang cukup unik untuk menyapa sekaligus mengakrabkan diri dengan wartawan yang hadir.
“Piye kabare (apa kabarnya), Yogyakarta?” demikian salam yg diucapkan runner-up MotoGP musim lalu itu.
Wartawan yg hadir selanjutnya tertawa dan beberapa menjawab, “Apik (baik).”
Yogyakarta adalah kota kedua yang dikunjungi Lorenzo di Indonesia. Sebelumnya, pembalap Fiat Yamaha itu telah mengunjungi Bandung. Pada saat bersamaan, Valentino Rossi tengah melawat ke Surabaya. ( arp / key )
Indonesia Berkesan buat Lorenzo
Arya Perdhana - detiksport

Bandung - Jorge Lorenzo mengaku sangat senang berada di Indonesia. Bukan sekadar basa-basi karena banyak hal yang memperlihatkan bahwa negara ini memberi kesan bagus buatnya.
Lorenzo datang ke Bandung dalam acara ‘Bangga Indonesia Semakin di Depan’ yang digelar Yamaha pada 27-28 Februari. Ini adalah kali keempat pembalap Spanyol itu datang ke Tanah Air.
“Senang bisa berada di Indonesia lagi. Indonesia ada di hati saya. Saya menikmati liburan di Bali, dan ini adalah kunjungan keempat saya di sini,” aku Lorenzo di hadapan jurnalis, Sabtu (27/2/2010).
Lorenzo tampaknya tidak sedang berbasa-basi. Ia terlihat menikmati kunjungannya ke Bandung dan memposting fotonya tengah berada di tepi kolam renang hotel tempatnya menginap di akun Twitter-nya.
Dalam pesannya di situs jejaring sosial itu, Lorenzo mengatakan bahwa ia senang bisa menjumpai matahari. Tampaknya, Lorenzo sedang berusaha membuat iri teman-temannya di Eropa yang masih berada di musim dingin.
Saat ditanyai oleh salah seorang wartawan dalam konferensi pers di ballroom Hotel Hilton Bandung, Lorenzo bahkan mengenali sang penanya sebagai salah satu kawannya saat bermain sepakbola pantai di Bali.
“Hei, saya ingat wajahmu,” kata Lorenzo dengan ramah.
Lorenzo menyadari betul bahwa banyak masyarakat Indonesia yang mengidolakannya. Tidak cuma secara langsung, dukungan warga Indonesia di dunia online berupa fans di Facebook serta follower di Twitter membuktikannya.
“Mungkin 30-40 persen penggemar saya di Facebook dan Twitter berasal dari Indonesia,” cetus pemuda 22 tahun yang hobinya berinternet dan sepakbola itu.
Hal senada diungkapkan oleh sumber detiksport di Yamaha, yang mengatakan bahwa Lorenzo memang punya kesan apik terhadap Indonesia sehingga tidak sulit dirayu untuk datang lagi. ( arp / din )
source : detiksport.com
http://www.gustavbernuar.com/?p=754










More Options ...

Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS


Void
Life « Default
Earth
Wind
Water
Fire
Light 